Rekonstruksi Pembunuhan Guru SD

NESTAPA Keluarga Melihat Rekon Pembunuhan Marta, Tulus Butarbutar Minta Pelaku Utama Bisa Ditangkap

Satu di antara anggota keluarga korban, Tulus Butarbutar menyampaikan bahwa wajah saudarinya masih terbayang saat rekonstruksi berjalan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi
Situasi rekonstruksi pembunuhan seorang guru SD Marta boru Butarbutar di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba pada Selasa (1/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi) 

Rekonstruksi Pembunuhan Guru SD di Toba, Keluarga Terbayang Wajah Korban

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Saat rekonstruksi, keluarga korban Marta boru Butarbutar melihat secara langsung.

Satu di antara anggota keluarga korban, Tulus Butarbutar menyampaikan bahwa wajah saudarinya masih terbayang saat rekonstruksi berjalan.

Situasi rekonstruksi pembunuhan seorang guru SD Marta boru Butarbutar di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba pada Selasa (1/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi)
Situasi rekonstruksi pembunuhan seorang guru SD Marta boru Butarbutar di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba pada Selasa (1/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi) (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi)

"Wajah saudari kami terbayang. Setelah kita lakukan rekonstruksi tadi, kita terbayang akan wajah ito kami itu," ujar Tulus Butarbutar saat disambangi di rumahnya pada Selasa (1/6/2021).

Kekejaman para pelaku pembunuhan membuat pihak keluarga semakin sedih dan tak sanggup berkata apa.

"Teringat wajah saudari kami itu, kita sedih dan selalu terbayang akan kebiadaban para pelaku tersebut," tuturnya.

Situasi rekonstruksi pembunuhan seorang guru SD Marta boru Butarbutar di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba pada Selasa (1/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi)
Situasi rekonstruksi pembunuhan seorang guru SD Marta boru Butarbutar di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba pada Selasa (1/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi) (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi)

"Setelah melihat rekonstruksi tadi, kami sebagai keluarga terdekat di kampung ini sebenarnya kita sedih," sambungnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga belum puas dalam pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.

Ia berharap bahwa tersangka utamanya belum ditangkap.

Maka, ia berharap agar tersangka JH segera ditemukan agar kasus tersebut segera terungkap.

"Yang kedua, kami masih belum puas, kami masih inginkan tersangka utama. Kan, tersangka utamanya belum dapat," ungkapnya.

"Maka, kita berharap pihak kepolisian agar menangkap pelaku utama. Sebab dia dalangnya. Ia otak pembunuhan," sambungnya.

Situasi rekonstruksi pembunuhan seorang guru SD Marta boru Butarbutar di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba pada Selasa (1/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi)
Situasi rekonstruksi pembunuhan seorang guru SD Marta boru Butarbutar di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba pada Selasa (1/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi) (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi)

Pihak keluarga juga belum yakin bahwa pembunuhan tersebut bermotif pencurian. Sebab, ada 24 luka tusukan yang ditemukan dalam tubuh korban Marta boru Butarbutar.

"Bisa kita ungkap, seperti yang kita bilang sebelumnya, kami bukan mau balas dendam. Kita mesti tahu motifnya. Kita dari keluarga belum terima bahwa motifnya hanya pencurian karena begitu sadis pembunuhannya," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved