Bikin Ngilu Kondisi Pengantin Baru 2 Minggu Nikah di Aceh, Mertua Kaget Dengar Rintihan di Kamar
Betapa terkejutnya Hasan ia melihat banyak darah di leher anaknya, Kartini dan suaminya, Abdul Karim.
M Hasan panik dan sejumlah warga berdatangan membuka kamar si pengantin baru.
Setelah kamar dibuka, pasangan pengantin baru itu diduga sudah meninggal dunia karena kehabisan darah.
“Saya tidak berani melihat lagi setelah melihat banyak darah berceceran di kamar mereka,” ujar seorang keluarga Kartini.
Informasi musibah tersebut disampaikan kepada kepala desa dan meneruskan ke Polsek Gandapura.
“Saya mendapat informasi dari keluarga korban dan segera menghubungi Polsek Gandapura,” ujar Maulidar, Keuchik Desa Cot Jabet, Gandapura Bireuen.
Baca juga: Perasaan Ariel NOAH saat Dipeluk Bunga Citra Lestari (BCL)
Tim medis dari Puskesmas Gandapura bersama PMI Ranting Gandapura membawa jenazah pengantin baru yang meninggal dunia dengan luka gorokan itu ke RSUD dr Fauziah Bireuen.
Berdasarkan amatan tim Serambinews dari kamar mayat, Kartini dan Abdul Karim sama-sama mengalami luka gorok di leher.
Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes mengatakan, kedua korban dibawa dari Gandapura dan akan di visum oleh dokter forensik.
Kedua mayat dibalut plastik di kamar mayat rumah sakit tersebut, tim dari Polsek Gandapura, Polres Bireuen sudah turun ke rumah korban dan sudah memasang police line di rumah tersebut.
Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK dan anggotanya serta Kapolsek Gandapura, Ipda Safrizal Ariga SH bersama anggotanya sudah turun ke rumah korban.
Baca juga: BPBD Sumut Minta Maaf Dianggap Tidak Peduli Penyandang Disabilitas
Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Fadila Aditya Pratama SIK, mengatakan tim sedang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
"Kami sedang menyelidiki, memintai keterangan dari sejumlah saksi," ujarnya.
Diduga korban pembunuhan
Diduga, pengantin baru itu korban pembunuhan.
Menurut pengakuan Hasan, putrinya yang baru dua minggu pesta kawin di rumahnya atau dalam bahasa Aceh disebut preh linto baro, akur-akur saja dengan suaminya.
Oleh karena itu, Hasan sama sekali belum bisa menduga-duga motif atau penyebab anaknya dan menantunya meninggal tragis diduga akibat pembunuhan.
Baca juga: Astuti Pasrah Batal Berangkat Haji, meski Sudah Delapan Tahun Menunggu
