Astuti Pasrah Batal Berangkat Haji, meski Sudah Delapan Tahun Menunggu
Delapan tahun menunggu untuk bisa ke Tanah Suci, Sri Astuti dan suami cuma bisa pasrah karena pemerintah memutuskan tak mengirim jemaah haji tahun ini
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon jemaah haji dari Kabupaten Deliserdang Sri Astuti dan sang suami harus pasrah kembali gagal menginjakkan kaki di Tanah Suci tahun ini. Tahun lalu, mereka juga batal berangkat haji, karena wabah pandemi Covid-19.
Padahal pasangan suami-istri tersebut sudah delapan tahun menunggu untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021.
Menurutnya, kesehatan dan keselamatan jiwa jemaah haji lebih utama dan harus dikedepankan di tengah pandemi Covid-19) saat ini.
Yaqut telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.
Yaqut menegaskan, keputusan ini sudah melalui kajian mendalam. Kemenag sudah melakukan pembahasan dengan Komisi VIII DPR pada 2 Juni 2021.
Baca juga: Khambali 13 Tahun Menabung untuk Naik Haji
Astuti mengaku, dapat infomasi pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia setelah melihat berita di televisi.
"Kami engak jadi berangkat. Mau bagaimana lagi, terserah Menteri Agama dan petinggi di atas lah, yang penting kami sudah pasang niat mau berangkat, tapi tertunda-tunda," ungkap Astuti, Kamis (3/6).
Astuti mengaku, tak terlalu kaget mendengar pembatalan tersebut. Ia sudah memperkirakannya.
"Rasanya ibu sudah feeling pada bulan Mei lalu, pasti tidak jadi berangkat. Sesuai jadwal, kloter pertama mestinya berangkat pada 15 Juni, tapi udah 3 Juni tidak ada kabar. Terus pengumuman persiapan, seperti koper juga tidak ada. Hati kecil saya sudah bilang ini pasti tidak jadi karena tidak mungkin mendadak," ujarnya.
Jika tidak ada pembatalan, Astuti seharusnya berangkat ikut kloter pertama pada pertengahan Juni ini. Beragam persiapan telah ia lakukan, seperti vaksinasi dan pengecekkan kesehatan.
Selain vaksinasi, Astuti dan calon jemaah lainnya sudah melakukan manasik haji untuk mengulang pelafalan untuk ibadah saat di Makkah.
"Kami sudah divaksin, tapi dari KBIH koper ini itu belum dikasih. Kami persiapan manasik haji sebelum puasa. Ini kami buat lagi untuk silaturahmi dan mengingatkan kembali, karena sudah setahun tidak manasik. Jadi, kami sepakat untuk manasik haji," kata Astuti.
Baca juga: IBADAH Haji 2021 Resmi Dibatalkan, MUI Wanti-wanti Pemerintah: Jangan Sampai Uangnya Digunakan . . .
Tradisi syukuran keberangkatan haji juga gagal ia laksanakan, lantaran info keberangkatan ke Makkah belum jelas. "Sebelum Lebaran, kami harusnya sudah kirim doa buat syukuran, tapi ini nggak ada karena belum ada info yang jelas juga," kata Astuti.
Gagal berangkat menunaikan ibadah haji, Astuti berharap sehat selalu. Harapan serupa juga ia ungkapkan kepada semua jemaah yang batal berangkat haji tahun ini. Ia dan suaminya ingin dapat melaksanakan ibadah haji pada 2022.
"Tahun depan mudah mudahan Covid enggak ada lagi. Kami harap menteri agama bisa melobi pihak Arab Saudi agar Indonesia mendapat kuota haji. Jangan sampai tertunda lagi, apalagi untuk yang lansia," kata Astuti.