Soal Jemaah Haji Indonesia Batal Berangkat, Muhammadiyah Sumut: Kegagalan Dari Diplomasi Kita
Menurut Hasyim, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi tidak memahami diplomasi sehingga Indonesia tidak mendapatkan kuota haji.
Penulis: Fredy Santoso |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Fredy Santoso
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah membatalkan keberangkatan calon jamaah haji asal Indonesia pada tahun 2021.
Dampaknya, sebanyak delapan ribu calon jamaah haji asal Sumatera Utara, resmi batal berangkat haji tahun ini.
Menanggapi keputusan tersebut, Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sumatera Utara menilai, diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia, khususnya duta besar RI untuk Arab Saudi sangat lemah.
Ketua Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sumut, Hasyimsyah Nasution menganggap ini bukti lemahnya diplomasi karena ada negara lain yang mendapatkan izin untuk berangkat haji pada tahun ini.
"Ini kan artinya kegagalan dari diplomasi kita. Terutama duta yang disana itu. Perlu di revisi itu termasuk langkah-langkah yang diambilnya," katanya, Jumat (4/6/2021).
Baca juga: 8.000 Calon Jemaah Haji Asal Sumut Gagal Berangkat, Kakanwil Sarankan Uang Jangan Ditarik
Menurut Hasyim, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi tidak memahami diplomasi sehingga Indonesia tidak mendapatkan kuota haji, sementara negara lain bisa menerima kuota keberangkatan haji warganya.
Lanjut Hasyim, meskipun tidak bisa berangkat keseluruhan, paling tidak sebagai penghargaan diplomasi sebagian saja calon jamaah diberangkatkan.
"Walaupun sedikit kan. 500 orang itukan suatu penghargaan diplomasi. Kalau sama sekali tidak boleh kan berarti kegagalan ya," kata Hasyimsyah.
Bahkan, ia membandingkan dengan masa jabatan menteri agama sebelumnya yang membuat aturan tentang jumlah haji yang ada di sebuah negara.
"Karena dulu setahu saya pada masa Munawir itu jatah haji itu dibuat perwil dari jumlah umat Islam di negara itu. Supaya adil dibuat satu formil umat Islam di negara itu," ucapnya.
Hasyim berharap, warga Muhammadiyah dapat memahami keputusan yang sudah final tersebut.
Karena apapun keputusan itu termasuk kebesaran Tuhan.
"Yang terjadi semuanya, walaupun menjadi keputusan manusia itu tetapi tidak luput dari kebesaran Tuhan itu," ucapnya.
Ia menyarankan agar umat memperbanyak ibadah melalui sedekah harta meskipun tidak jadi berangkat haji.
Menurutnya, meski tak sebanding dengan pergi berhaji, sedekah harta termasuk anjuran agama yang dapat mendapatkan keberkahan. (cr25/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hasyimsyah-nasution_20151223_165641.jpg)