Breaking News:

Kekerasan di Pesantren Darul Arafah

Lembaga Perlindungan Anak Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Santri di Pesantren Darul Arafah

Merespon hal tersebut, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang meminta agar kepolisian segera mengungkap pelaku penganiayaan.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ FREDY
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Deli Serdang, Junaidi Malik saat ditemui di Pesantren Darul Arafah Raya, Senin (7/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Seorang santri di Pesantren Darul Arafah Raya, Jalan Glugur Rimbun, Desa Lau Bakeri, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang,  meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kelasnya.

Merespon hal tersebut, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang meminta agar kepolisian segera mengungkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang santri FWA meninggal dunia.

Baca juga: Persatuan Sopir Angkutan Binjai - Medan Demo di Depan Kantor Ombudsman Sumut

Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik menduga pelaku penganiayaan lebih dari satu orang. Menurutnya, tidak mungkin hanya sekali pemukulan yang dilakukan pelaku membuat nyawa FWA melayang.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Deli Serdang, Junaidi Malik saat ditemui di Pesantren Darul Arafah Raya, Senin (7/6/2021).
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Deli Serdang, Junaidi Malik saat ditemui di Pesantren Darul Arafah Raya, Senin (7/6/2021). (TRIBUN MEDAN/ FREDY)

"Kita akan mendorong pihak kepolisian untuk membuka tabir ini seluas-luasnya. Karena saya meyakini peristiwa ini tidak dilakukan sendirian," Kata Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik saat ditemui di Pesantren Darul Arafah Raya, di Desa Lau Bakeri, Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, Senin (7/6/2021).

Selain itu, Junaidi juga berharap agar polisi  lebih jeli melihat permasalahan yang terjadi di pesantren.

Apalagi, saat ditemui, pihak pesantren terkesan menutup diri dari pihak luar.

Baca juga: Rizky Billar dan Lesty Kejora Dituding Settingan, Pakar Ekspresi Soroti Hal Ini

Padahal, lanjutnya, mereka adalah lembaga yang menaungi anak. Khususnya dalam pendidikan.

Bahkan, LPA bukan pertama kalinya menangani kasus serupa di Pesantren Darul Arafah Raya ini. 

Junaidi menerangkan sebelumnya sudah ada kasus penganiyaan serupa, namun tidak sampai meninggal dunia.

"Sebelumnya pernah terjadi penganiayaan kakak kelas tetapi tidak meninggal dunia," tutupnya.

(Cr25/ Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved