Pembunuhan Sopir Taksi Online

4 Fakta Pembunuhan Wanita Sopir Taksi Online di Medan, Jasad Chiw Yet Hau Dibuang ke Jurang Aceh

Seorang wanita sopir taksi online di Medan ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di sebuah jurang di wilayah Aceh.

Penulis: Array A Argus | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Chiw Yet Hau, sopir taksi online yang dibunuh dan mayatnya dibuang ke jurang, disemayamkan di balai persemayaman Jalan Metal V, Selasa (8/6/2021).(TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita sopir taksi online di Medan ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di sebuah jurang di wilayah Aceh.

Belakangan diketahui wanita sopir taksi online itu bernama Chiw Yet Hau (58) warga Jalan Metal, Gang Budi Lingkungan 18 Tanjung Mulia, Kota Medan.

Dugaan sementara Chiw Yet Hau menjadi korban pembunuhan.

Jasad korban disinyalir sengaja dibuang ke jurang di kawasan Aceh untuk menghilangkan jejak.

Berikut fakta-fakta pembunuhan wanita sopir taksi online Chiw Yet Hau :

1. Ditemukan di Jurang

Jasad Chiw Yet Hau ditemukan di jurang kawasan Gunung Salak, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, pada Minggu (6/6/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban ditemukan oleh warga setempat, Abdul Hasymi (40), saat hendak buang air kecil.

Temuan jasad wanita yang diduga korban pembunuhan tersebut membuat heboh masyarakat yang sedangmelintas Jalan KKA Aceh Utara - Bener Meriah.

Korban ditemukan meninggal dengan luka di kepala dan wajah diduga akibat hantaman benda tumpul.

Kapolres Aceh Utara AKBP Eko Hartanto menyampaikan korban berinisial CVH warga Jalan Metal, Tanjung Mulia, Medan

"Korban berusia 58 tahun," kata mantan Kapolsek Sunggal ini, Selasa (8/6/2021).

Eko mengatakan, pihaknya masih mendalami berbagai fakta yang ditemukan di lapangan. Namun, Eko enggan menjelaskan lebih lanjut sudah berapa saksi yang diperiksa.

Baca juga: Sopir Ojol Warga Tionghoa yang Dibunuh Sudah Dibawa ke Rumah Duka, Kapolres: Berusia 58 Tahun

Penemuan jasad wanita muda asal Medan Labuhan, Sumatera Utara,  yang diduga sopir grab menjadi korban perampokan dan pembunuhan di Gunung Salak, Aceh Utara.
Penemuan jasad wanita muda asal Medan Labuhan, Sumatera Utara, yang diduga sopir grab menjadi korban perampokan dan pembunuhan di Gunung Salak, Aceh Utara. (VIA SERAMBINEWS.COM)

2. Jenazah Diambil Suami

Berdasarkan keterangan Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara, Jalaluddin, korban diketahui merupakan keturunan Tionghoa.

Jenazah korban diambil pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka pada Senin (7/6/2021) kemarin.

Dari penjelasan Jalaluddin, jenazah Chiw Yet Hau dijemput seorang lelaki yang mengaku sebagai suami korban.

Mulanya, laki-laki itu datang ke rumah sakit ditemani anaknya. Laki-laki itu menyebut ingin melihat dan memastikan jenazah korban.

Setelah dicek, laki-laki itu menyebut wanita sopir dibuang ke jurang adalah istrinya, Chiw Yet Hau.

"Penyerahan jenazah dilakukan polisi dengan suami korban," kata Jalaluddin.

Polisi mengevakuasi mayat wanita tanpa identitas di kawasan wisata Gunung Salak, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (6/6/2021). Kini terungkap identitas wanita tersebut inisial C yang berprofesi sebagai sopir taksi online grab asal Medan, Sumatera Utara. (Dok Mapolres Lhokseumawe)
Polisi mengevakuasi mayat wanita tanpa identitas di kawasan wisata Gunung Salak, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (6/6/2021). Kini terungkap identitas wanita tersebut inisial C yang berprofesi sebagai sopir taksi online grab asal Medan, Sumatera Utara. (Dok Mapolres Lhokseumawe) (Dok Mapolres Lhokseumawe)

3. Antar Langganan dari Medan

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui korban berangkat dari Kota Medan pada Kamis (3/6/2021) lalu.

Penumpang memesan taksi online tanpa menggunakan aplikasi.

Besar kemungkinan, pelaku menelepon langsung korban menggunakan seluler.

Inilah yang masih didalami oleh aparat kepolisian.

Sosok Chiw Yet Hau, Warga Medan yang Ditemukan Tewas di Aceh
Sosok Chiw Yet Hau, Warga Medan yang Ditemukan Tewas di Aceh (HO / Tribun Medan)

4. Dugaan Korban Pembunuhan

Dugaan sementara kepolisian, korban Chiw Yet Hau menjadi korban pembunuhan dan perampokan.

Kepolisian pun terus mendalami kasus ini dan melacak sosok penyewa terakhir sopir taksi online tersebut.

“Untuk proses identifikasi awal mungkin dirampok dan dibunuh,” kata Kapolres Eko.

Namun demikian, Eko memastikan kepolisian tetap melakukan penyelidikan sampai mendapatkan bukti akurat.

(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved