Breaking News:

Digugat Warga, Pemkab Karo Siapkan Pembuatan Sistem Komunikasi Informasi Bencana

Kegiatan pelatihan didasari oleh adanya gugatan warga pengungsi korban erupsi Sinabung Nomor 68/PDT.G/2018/PN.KBJ tanggal 30 Juli 2018.

Tribun-medan.com/HO
Aktivitas Gunung Sinabung terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Minggu (23/5/2021). (Tribun-medan.com/HO) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran"  Yogyakarta menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Karo tentang pembuatan sistem informasi dan komunikasi pengelolaan bencana, Selasa (8/6/2021).

Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana. Hal ini, dikarenakan geografisnya yang berada di ketinggian, dan di sini memiliki gunung api aktif yaitu Gunung Sinabung yang diketahui hingga saat ini masih terus sering erupsi.

Associate Profesor Dr. Puji Lestari, SIP. M.Si, mengatakan, kegiatan ini didasari oleh adanya gugatan warga pengungsi korban erupsi Sinabung Nomor 68/PDT.G/2018/PN.KBJ tanggal 30 Juli 2018, terkait penyediaan pusat informasi terpadu penanganan bencana di Karo.

"Berdasarkan gugatan tersebut, sudah dilakukan mediasi di pengadilan yang menyatakan bahwa Pemkab Karo diminta menyediakan pusat informasi terpadu pengelolaan bencana," ujar Puji Lestari.

Dirinya mengungkapkan, menjawab tuntutan ini Pemkab Karo sempat menyatakan kesiapan untuk menyediakan pusat informasi terpadu pengelolaan bencana di Karo. Diketahui, pusat informasi yang saat ini dilaksanakan oleh Dinas Kominfo Karo melalui informasi bencana di website KaroKab.

"Namun sampai saat ini, peneliti melihat belum ada sistem informasi dan komunikasi bencana yang dijanjikan itu. Maka dari itu kita gelar FGD ini untuk rencana pembuatan informasi ini," ungkapnya.

Untuk itu, dirinya mengatakan pihaknya menyarankan kepada Pemkab Karo agar segera mewujudkan janji atas gugatan warga untuk pengurangan risiko bencana di Karo. Dirinya mengatakan, jika hal ini terealisai pihak UPN Veteran Yogyakarta akan membantu Pemkab Karo dalam membuat sistem tersebut.

Di tempat serupa, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Juspri Nadeak, menyatakan bahwa tujuan dibuatnya sistem ini untuk pengurangan risiko bencana di Kabupaten Karo. Sehingga, jika nantinya sewaktu-waktu timbul bencana alam jumlah  korban bencana dapat diminimalisir.

Dirinya mengungkapkan, kerjasama antara Pemkab Karo dengan UPN "Veteran" Yogyakarta, sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Dirinya menyebutkan, kerjasama yang dimaksud ialah seputar penanggulangan bencana di Kabupaten Karo.

"Ini harus dipertahankan demi kebaikan dan penanggulangan bencana yang lebih baik lagi," katanya.

Dirinya berharap, nantinya pembangunan sistem informasi dan komunikasi pengelolaan bencana dapat menangani berbagai macam bencana yang ada di Kabupaten Karo. Selain itu, dapat juga menjadi pusat informasi bagaimana masalah yang dapat timbul dari bencana yang terjadi.

Bupati Karo yang diwakili oleh Staf Ahli bidang ekonomi pembangunan Ir. Mulia Barus M.Si, menyatakan dengan adanya pembuatan sistem informasi dan komunikasi bencana dapat menjadi salah satu tindakan Pemerintah Kabupaten Karo dalam kesiapsiagaan penanganan bencana. Dirinya berharap, kerja sama yang sudah terjalin terus dibina dan pihak UPN "Veteran" Yogyakarta terus melakukan pendampingan untuk pengelolaan sistem informasi dan komunikasi bencana sehingga sistem yang ada benar-benar mumpuni dan bermanfaat bagi semua pihak. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved