DPRD Medan Minta Dinas Pendidikan Siapkan Infrastruktur Kesehatan Sebelum Belajar Tatap Muka

Dikatakannya, untuk tabung oksigen di UKS setiap sekolah sangat penting di masa pandemi seperti ini, bila nantinya belajar tatap muka dimulai.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Tebingtinggi mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka hari ini, di Tebingtinggi, Sumatera Utara, Jumat (9/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Terkait kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tentang akan digelarnya belajar tatap muka dengan menerapkan pembelajaran 2 hari per minggu selama 2 jam per hari.

Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah, menanggapi, apabila hal tersebut segara akan diterapkan di Kota Medan, maka Dinas Pendidikan harus menyiapkan infrastruktur kesehatan di setiap sekolah yanga ada di Medan, terutama Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang layak.

Karena, menurutnya selama ini masih banyak UKS di sekolah-sekolah di Kota Medan belum layak.

Apalagi saat ini masa pandemi, yang bukan merupakan keadaan normal atau biasa - biasa saja. 

Baca juga: Prinsip Luna Maya, Tak Mau Nikah Hanya karena Sekadar Niat Ibadah, Rela Telat Menikah Demi Dapat Ini

"Jadi, pertanyaan kita adalah apakah pihak sekola- sekolah sudah siap dalam infrastruktur kesehatan dan UKS-nya.

Karena dari pantauan kami yang berkunjung ke sekolah-sekolah kota Medan, ada beberapa UKS yang tidak ada tabung oksigennya dan kurangnya yang berhubungan dengan ifrastruktur kesehatan untuk penanganan Covid-19," katanya kepada wartawan Tribun, Selasa (8/6/2021). 

Dikatakannya, untuk tabung oksigen di UKS setiap sekolah sangat penting di masa pandemi seperti ini, bila nantinya belajar tatap muka dimulai.

Karena, bila tidak ada tabung oksigen di UKS, maka hal itu sangat berbahaya. 

"Karena, bila ditemukan nantinya murid atau pelajar dan tenaga pendidik mengalami sesak nafas karena Covid-19 saat proses belajar mengajar, UKS kita tak ada tabung oksigen.

Itu sangat bahaya, karena pada masa ini bukan situasi yang normal. Nah kalau ada tabung oksigenya, kan bisa langsung ditolong sekolah untuk pertolongan pertama ," katanya. 

Baca juga: 4000 Orang Lebih Sudah Ikut Vaksinasi Massal Eks Bandara Polonia, Guru dan Pekerja Publik Diutamakan

Ia juga menyarankan pihak Dinas Pendidikan juga harus memeriksa kesiapan rumah sakit dan puskesmas di sekitar sekolah yang akan menyelenggarakan belajar tatap muka.

"Dalam artian, kita harus memikirkan hal yang terburuk, artinya kita harus siap menghadapinya. Jangan nantinya tatap muka digelar menimbulkan korban baru atau klaster Covid-19. Nah, hal ini yang harus kita antisipasi, karena kalau sempat itu terjadi, itu kan bisa jadi kelalaian," tuturnya.

Ia menyebutkan bukan setiap sekolah hanya menyiapkan sebatas protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saja.

Namun, harus menyiapkan infrastruktur kesehatannya. 

Selain itu, Afif juga menyampaikan bila bulan Juli 2021 jadi belajar tatap muka di Kota Medan. Dikatakannya, pihak Dinas Pendidikan Kota Medan, juga harus memvaksinasi seluruh tenaga pendidik Kota Medan. 

Baca juga: VIRAL Mama Muda Fani Monila Laporkan Suami ke Polisi, Anak Hilang saat Ambil Pisau di Dapur

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved