Breaking News:

News Video

Begini Pernyataan Wali Kota Bobby Nasution Soal RS Pirngadi Diduga Covidkan Pasien

Wali Kota Medan Bobby Nasution buka suara soal kasus video viral di RSUD Pirngadi Medan yang diduga mengcovidkan seorang bayi berusia 22 hari.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution buka suara soal kasus video viral di RSUD Pirngadi Medan yang diduga mengcovidkan seorang bayi berusia 22 hari.

Pada hari ini, Kamis (10/6/2021) bayi berjenis kelamin perempuan bernama Khayra Hanifah Al Maghfirah. Bayi itu meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WIB.

Meskipun mengakui bahwa pelayanan Rumah Sakit milik Pemko Medan tersebut buruk, Bobby Nasution menampik jika RS Pirngadi memalsukan hasil tes Covid-19 pasien.

Baca juga: Viral Bayi Dicovidkan, Bobby Nasution Sentil Direktur RS Pirngadi

"Yang dicovid kan itu gini kita semua kalau tes Covid ini ada tahapan- tahapannya. Untuk pasien itu hasil antigennya reaktif baru kita swab PCR. Tidak mungkin semua langsung di swab PCR karena keterbatasan biaya. Karena biaya cukup besar," ujarnya, Kamis (10/6/2021).

"Nah itulah dasarnya yang mengatakan bahwasanya itu dipositifkan. Bukan, kan kita sudah tahu tahapannya. Kalau ini tesnya reaktif betul gak reaktif, di tes antigen," tuturnya.

Bobby pun menyinggung mengenai permasalahan infus untuk pasien berumur belum genap satu bulan tersebut. Ia mengatakan, infus tersebut memang tidak ada padahal sudah dicari di seluruh Rumah Sakit di Medan.

Baca juga: Ratu Entok Minta Bobby Naustion Evaluasi Menajemen Rumah Sakit Sekota Medan

"Itu yang setau saya pasiennya sudah sakit dari Stella Maris. Dibawa ke RS Pirngadi, di sana ketika dibawa dari Stella Maris itu infusnya sudah tidak berfungsi lagi. Memang minta ada nomor jarum, karena untuk bayi. Dan bayinya berumur belum genap satu bulan, baru 22 hari. Jadi diganti dicari di satu Kota Medan ini itu tidak ada," katanya.

Bobby juga mengatakan, penyebab tidak dilakukannya operasi adalah karena keluarga pasien yang meminta dan karena tidak percaya dengan pelayanan RS Pirngadi.

"Jadi tidak pakai infus khusus tapi infus biasa. Memang memakan waktu menunggu itu, kurang lebih satu jam. Ini informasi yang saya dapatkan.

Setelah itu terpasang mau dilakukan infus memang karena mungkin pelayanan kita perlu ada perbaikan keluarga menolak dilakukan operasi. Di usus itu kalau tidak salah. Kemudian itu dibawa pulang oleh keluarga pasien," katanya.

Bobby memastikan jika bayi perempuan tersebut tidak meninggal di RS Pirngadi Medan.

"Dan itu meninggalnya tidak di Rumah Sakit Pirngadi. Tapi ketika keluar dari RS Pirngadi itu dalam kondisi belum meninggal itu bisa kami pastikan. Karena RS Pirngadi tidak ada mengeluarkan Surat Kematian. Itu yang sejauh ini nanti akan saya cek ke lapangan," tuturnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved