Breaking News:

Bayi Dicovidkan Rumah Sakit

Singgung Soal Infus Bayi Yang Viral, Bobby: Sudah Dicari di Seluruh RS di Medan Tapi Tidak Ada

Bobby juga mengatakan, penyebab tidak dilakukannya operasi adalah karena keluarga pasien yang meminta dan karena tidak percaya dengan pelayanan.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan keterangan terkait pelayanan RSU Pirngadi seusai menghadiri seminar di GMKI, Medan, Kamis (10/6/2021). Peralatan RSU Pirngadi yang diduga minim sehingga seorang bayi yang mengidap penyakit tidak bisa buang air besar (BAB) meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution buka suara soal kasus video viral di RSUD Pirngadi Medan yang diduga mengcovidkan seorang bayi berusia 22 hari.

Pada hari ini, Kamis (10/6/2021) bayi berjenis kelamin perempuan bernama Khayra Hanifah Al Maghfirah.

Bayi itu meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WIB.

Meskipun mengakui bahwa pelayanan Rumah Sakit milik Pemko Medan tersebut buruk, Bobby Nasution menampik jika RS Pirngadi memalsukan hasil tes Covid-19 pasien.

Baca juga: Punya Prestasi Cemerlang, Maudy Ayunda Pakai Kebaya saat Dapat Gelar Akademik Terbaru

Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan keterangan terkait pelayanan RSU Pirngadi seusai menghadiri seminar di GMKI, Medan, Kamis (10/6/2021). Peralatan RSU Pirngadi yang diduga minim sehingga seorang bayi yang mengidap penyakit tidak bisa buang air besar (BAB) meninggal dunia.
Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan keterangan terkait pelayanan RSU Pirngadi seusai menghadiri seminar di GMKI, Medan, Kamis (10/6/2021). Peralatan RSU Pirngadi yang diduga minim sehingga seorang bayi yang mengidap penyakit tidak bisa buang air besar (BAB) meninggal dunia. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Yang dicovid kan itu gini kita semua kalau tes Covid ini ada tahapan- tahapannya. Untuk pasien itu hasil antigennya reaktif baru kita swab PCR. Tidak mungkin semua langsung di swab PCR karena keterbatasan biaya. Karena biaya cukup besar," ujarnya, Kamis (10/6/2021).

"Nah itulah dasarnya yang mengatakan bahwasanya itu dipositifkan. Bukan, kan kita sudah tahu tahapannya. Kalau ini tesnya reaktif betul gak reaktif, di tes antigen," tuturnya.

Baca juga: Live Streaming Malaysia vs Vietnam, Pertaruhan Hidup Mati Vietnam Menuju Piala Dunia Perdana

Bobby pun menyinggung mengenai permasalahan infus untuk pasien berumur belum genap satu bulan tersebut.

Ia mengatakan, infus tersebut memang tidak ada padahal sudah dicari di seluruh Rumah Sakit di Medan.

"Itu yang setau saya pasiennya sudah sakit dari Stella Maris. Dibawa ke RS Pirngadi, di sana ketika dibawa dari Stella Maris itu infusnya sudah tidak berfungsi lagi. Memang minta ada nomor jarum, karena untuk bayi. Dan bayinya berumur belum genap satu bulan, baru 22 hari. Jadi diganti dicari di satu Kota Medan ini itu tidak ada," katanya.

Bobby juga mengatakan, penyebab tidak dilakukannya operasi adalah karena keluarga pasien yang meminta dan karena tidak percaya dengan pelayanan RS Pirngadi.

"Jadi tidak pakai infus khusus tapi infus biasa. Memang memakan waktu menunggu itu, kurang lebih satu jam. Ini informasi yang saya dapatkan.

Setelah itu terpasang mau dilakukan infus memang karena mungkin pelayanan kita perlu ada perbaikan keluarga menolak dilakukan operasi.

Di usus itu kalau tidak salah. Kemudian itu dibawa pulang oleh keluarga pasien," katanya.

Bobby memastikan jika bayi perempuan tersebut tidak meninggal di RS Pirngadi Medan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved