Breaking News:

Ephorus Menentang Relokasi Gereja HKBP Sikhem Dairi, Lokasi Hendak Dijadikan Tempat Simpan Limbah

Ephorus HKBP Pendeta Robinson Butarbutar menolak relokasi gereja HKBP Sikhem Sopo Komil di Kabupaten Dairi.

Penulis: Kristen edi sidauruk | Editor: Liston Damanik
HO / Tribun Medan
Rencana penambangan bijih seng oleh PT Dairi Prima Mineral 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Edi Sidauruk 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ephorus HKBP Pendeta Robinson Butarbutar menolak relokasi gereja HKBP Sikhem Sopo Komil di Kabupaten Dairi.

Lokasi gereja itu diusulkan oleh PT Dairi Prima Mineral (DPM) untuk dijadikan pembangunan tailing storage facility/fasilitas penyimpanan limbah (TSF). 

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan, Kamis (10/6/2021) Ephorus menentang keras relokasi untuk mempertahankan ruang hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan alam sekitar. 

"HKBP Menolak Relokasi HKBP Sikhem Sopo Komil untuk kepentingan Pembangunan TSF, penolakan terhadap rencana relokasi ini dalam kerangka perjuangan untuk mempertahankan ruang hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan alam sekitar," tulisnya. 

Ia menegaskan bahwa aset dan harta HKBP baik di jemaat, ressort, maupun distrik adalah milik Kantor Pusat HKBP. Oleh karena itu, rencana tukar guling harus sepengetahuan dan persetujuan Kantor Pusat HKBP. Namun, PT.DPM tidak mengindahkan surat pimpinan HKBP. 

Ephorus mengatakan tambang PT DPM yang diusulkan terletak di area dengan risiko tertinggi di dunia, stabilitas bendungan di zona gempa dan lokasi bendungan ini dibangun di atas tanah yang tidak stabil. 

"Membangun bendungan tailing kurang dari 1000 meter dari pemukiman termasuk ilegal, sementara itu di Sumatera Utara, DPM mengusulkan bendungan dibangun hanya 400 m dari pemukiman. Selain itu, Adendum meremehkan adanya risiko banjir," kata Pendeta Robinson. 

Ephorus juga meminta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nature untuk tidak memberikan ijin pada PT DPM dengan  pertimbangan resiko rawan gempa tertinggi di dunia. 

"HKBP Meminta KLHK Nature tidak memberikan ijin Lingkungan kepada PT DPM karena menurut ahli, Dairi berada di wilayah beresiko rawan gempa tertinggi di dunia," jelasnya. (cr6/tribun-medan.com)
 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved