Muhdi Ekspor 18 Ton Keripik Singkong Tiap Bulan, Tujuan Korea Selatan dan Malaysia
Setiap bulan kita kirim ekspor sebanyak tiga kali untuk Malaysia dan Korea Selatan. Jadi setiap ekspor itu kita kirim 6 ton produk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keripik singkong asal Sumut kini semakin diperhitungkan untuk pasar ekspor. Muhdi, Ketua Kelompok Tani sekaligus produsen Keripik Singkong UD Kreasi Lutvi asal Pancur Batu Deliserdang ini ternyata sudah mulai melakukan kegiatan ekspor sejak tahun 2014 lalu.
Awalnya, Muhdi hanya menjual keripik ubi untuk skala lokal dari hasil panen di lahan seluas 6 hektare. Namun, sejak ia rajin mengikuti kegiatan pelatihan dari pemerintah, pada tahun 2014 lalu Muhdi mulai mengirimkan untuk pertama kali ke Korea Selatan dan pada 2019 ke Malaysia.
"Setiap bulan kita kirim ekspor sebanyak tiga kali untuk Malaysia dan Korea Selatan. Jadi setiap ekspor itu kita kirim 6 ton produk dan dalam sebulan sampai 18 ton," ungkap Muhdi, Sabtu (12/6/2021).
Baca juga: Export Centre Diluncurkan Bulan Depan, Kabupaten di Sumut Wajib Kirimkan Rekomendasi UKM Prioritas
Dikatakan Muhdi, pengiriman ekspor ini meningkat hampir 50 persen dibanding sebelumnya yang hanya dua kali dalam sebulan kini menjadi tiga kali dalam sebulan.
"Kalau keuntungan bisa mencapai Rp 600 juta- Rp 700 juta, Alhamdulillah bisa mempekerjakan 70 karyawan saat ini," ujarnya.
Dikatakan Muhdi, dengan pengeksporan belasan ton tiap bulannya, Muhdi mengakui bahwa produksi singkong di lahannya tidak akan mencukupi, sehingga dia juga melakukan penyerapan melalui para petani baik di Deliserdang maupun di daerah penghasil singkong lainnya.
"90 persen kita lakukan penyerapan dari petani lain, kita hanya 10 persen dari ladang," ucap Muhdi.
Terkait perluasan ekspor, Muhdi sebenarnya ingin memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain. Namun ia menyadari bahwa volume bahan baku di Sumut masih belum dapat dikatakan stabil.
"Karena bahan baku belum menentu, kami belum berani untuk memperluas pasar ekspor. Kalau permintaan dari negara lain banyak ingin mengimpor dari kita tapi bahan baku yang konsisten ini tidak menjamin," kata Muhdi.
Dijelaskan Muhdi, bahan baku yang tidak stabil ini lantaran terkendala dengan pupuk yang kurang mencukupi.
"Kita paling terkendala ini dengan pupuk, lahan kita kan luas makanya tidak selalu mencukupi untuk pupuk ini," sebutnya.
Berjalannya ekspor selama bertahun-tahun, Muhdi berharap ke depannya dapat berkolaborasi dengan pemerintah agar dapat berkembang lebih baik.
"Harapannya kalau bisa ulur tangan dari pemerintah untuk menyediakan lokasi pertanian untuk kita dikasih kelonggaran seperti bersama PTPN atau di daerah yang tanahnya tidak aktif bisa kita kerjasama," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/muhdi_pengusaha_keripik_singkong.jpg)