Breaking News

Kehadiran Bus Trans Metro Deli Matikan Keberadaan Angkot, Pendapatan Anjlok

Kehadiran Bus Trans Metro Deli berdampak buruk bagi keberadaan angkutan kota (angkot) yang ada di Kota Medan

Tayang:
Editor: Array A Argus
Tribun-Medan.com/Rechtin Hani Ritonga
Bus Trans Metro Deli saat menepi di tepi Jalan Putri Hijau, dekat tugu nol kilometer Medan, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Bus Trans Metro Deli saat ini menjadi pilihan masyarakat dalam bertransportasi.

Tapi siapa sangka, kehadiran Bus Trans Metro Deli matikan keberadaan angkot

Sebab, masyarakat lebih memilih naik Bus Trans Metro Deli yang gratis, ketimbang naik angkutan kota (angkot).

"Ini sudah melanggar Pancasila dan kemaslahatan bersama. Dulu dijanjikan bahwa tanpa tarif itu hanya dua bulan, tapi sampai sekarang, tetap diberlakukan tanpa tarif, ini kan membunuh para pengusaha dan pekerja angkutan darat," kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan, Mont Gomery Munthe kepada www.tribun-medan.com, Senin (14/6/2021).

Baca juga: SEMAKIN BAR-BAR, Bus Trans Metro Deli Kini Dilempar Batu Setelah Sebelumnya Ditembak OTK

Mont pun mengatakan, di masing-masing koridor Bus Trans Metro Deli yang beroperasi, para sopir mengalami penurunan pendapatan hingga 70 persen.

"Kita ambil contohnya saja, misalnya trayek Lapangan Merdeka-Amplas, itu sopir sudah kehilangan pendapatannya hingga 70 persen. Belum lagi Lapangan Merdeka - Belawan dan Lapangan Merdeka - Tuntungan," tambahnya.

Lebih lanjut Mont menuturkan, bahwa pihaknya merasa dibohongi oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Perhubungan.

Mereka dijanjikan bahwa penerapan bus BTS tanpa tarif hanya untuk sementara.

"Itu yang kami pertanyakan, katanya sementara, tapi kok sampai sekarang masih gratis juga. Kami merasa dikibuli, dibohongi, dan ini kan sudah melanggar hak-hak pekerja angkutan," katanya.

Baca juga: Brutalnya Kota Medan, Bus Trans Metro Deli Pun Diserang, Ditembak Pakai Senapan hingga Kaca Pecah

Mont pun mengatakan pihaknya sudah berencana melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang seharusnya dilakukan pada hari ini.

Namun, karena pihak Kemenhub menjadwalkan akan melakukan mediasi, pihaknya menunda aksi tersebut.

"Kami sudah sampaikan izin untuk melakukan unjuk rasa, kepada kepolisian, bapak Kapolres dan juga Poldasu. Mereka mau membantu. Tapi karena orang Kemenhub sudah menuju ke sini, aksi kita tunda," katanya.

Adapun aksi mogok kerja dan unjuk rasa tersebut direncanakan dilakukan bersama Kesatuan Sopir dan Pemilik Angkutan (Kesper) terkait operasional Bus Trans Metro Deli pada Senin 14 Juni 2021.

Baca juga: AKHIRNYA, Penyerang Bus Trans Metro Deli Ditangkap Polisi, Ini Orangnya

Beberapa tuntutan yang ingin mereka sampaikan yakni:

- Menagih janji pemerintah tentang tarif Trans Metro Deli sesuai dengan surat edaran tertanggal 21 Januari 2021

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved