Ibu yang Anaknya Tewas Digigit Anjing Mengaku Kesulitan Cari Vaksin

Ibu yang anaknya tewas digigit anjing menceritakan bagaimana susahnya mencari vaksin di sejumlah apotek di Medan

Editor: Array A Argus
Tribun-Medan.com/Fadli
Lia Pratiwi, ibu korban, memperlihatkan dokumentasi foto anaknya, Muhammad Reza Aulia (10), saat membuat laporan di kantor polisi, Selasa (15/6/2021). Muhammad Reza Aulia meninggal dunia akibat gigitan anjing milik tetangganya. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Lia Pratiwi, ibu yang anaknya tewas digigit anjing mengaku kesulitan mencari vaksin.

Hal itu disampaikan Lia Pratiwi ketika disambangi di kediamannya di Perumnas Simalingkar A, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

Awalnya, Lia bercerita soal kejadian yang menimpa MRA, anak laki-lakinya yang digigit anjing

"Dia lewat dari rumah pemilik anjing. Kemudian ada tukang air masuk, sehingga pagarnya terbuka. Ketika anak saya lewat, anjingnya menggigit," kata Lia, Rabu (16/6/2021). 

Baca juga: BREAKING NEWS Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Anjing Tetangga, Sempat Hilang Ingatan Lalu Meninggal

Adapun gigitan tersebut mengenai paha kanan atas MRA.

Setelah itu, MRA langsung dibawa ke klinik untuk pertolongan pertama.

Di klinik tersebut, dia disuntik, tapi bukan vaksin rabies. 

"Setelah disuntik, malamnya anak saya muntah-muntah dan Jumat (11/6/2021) dia muntah serta mencret," sebutnya. 

Kemudian, MRA dibawa ke bidan sekitar rumahnya.

Baca juga: Pesan Terakhir Bocah Meninggal karena Digigit Anjing Rabies, Sempat Ikut Melapor ke Polsek Tuntungan

Karena kondisinya memburuk, MRA dilarikan ke RSUP Adam Malik untuk mencari vaksin rabies dan ternyata kosong. 

RSUP Adam Malik pun menyarankan untuk mencari vaksin rabies ke Petisah, tapi ternyata juga kosong.

Kemudian Lia disuruh ke klinik lainnya, tapi tidak tidak ketemu. 

Pada Sabtu (12/6/2021) ia pun kembali berusaha mencari vaksin rabies ke klinik Tuntungan, tapi tidak ada. 

Baca juga: Polrestabes Medan Ambil Alih Kasus Anak Meninggal Digigit Anjing, Kini Tunggu Hasil Autopsi

"Kami cari ke apotek pun kosong. Hingga ada cuma satu apotek, yakni Kimia Farma yang dekat Carefour. Itu kita beli dua vaksin. Karena sekali suntik itu dua," ungkapnya. 

Setelah divaksin, MRA semakin parah, misalnya ingatannya hilang dan tubuhnya lemas.

Sampai akhirnya MRA mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (13/6/2021). 

Ia pun menjelaskan telah menyerahkan kasus ini pada tim kuasa hukum.(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved