Breaking News:

Profil Inggrid Sembiring, Atlet Taekwondo Kebanggan Karo

Inggrid Maria Rejekina br Sembiring Brahmana, merupakan satu di antara atlet kebanggaan Kabupaten Karo pada cabang olahraga Taekwondo.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Inggrid saat menjadi juara 1 di ajang Popnas XV DKI Jakarta, tahun 2009, kelas U-52 Kg Puteri. Pada kompetisi itu ia mendapatkan medali emas. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Inggrid Maria Rejekina br Sembiring Brahmana, merupakan satu di antara atlet kebanggaan Kabupaten Karo pada cabang olahraga Taekwondo.

Wanita kelahiran Kabanjahe, 12 November 2002 ini memulai terjun ke Taekwondo sejak usia 7 tahun. Saat itu ia masih duduk di kelas 2 SD 040568, Kecamatan Tigabinanga, Karo.

Karena sering melihat saudaranya latihan Taekwondo, ia mulai tertarik untuk mengikuti olahraga itu. Ditambah lagi, bungsu dari empat bersaudara ini memang menyukai olahraga.

"Karena saya memiliki tiga saudara laki-laki dan cuma saya yang perempuan. Saya juga suka olahraga, khususnya bela diri. Lalu  abang saya juga yang saat itu mengikuti latihan Taekwondo. Saya sering lihat mereka latihan, jadi saya juga memiliki keinginan untuk ikut latihan Taekwondo," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Kamis (17/6/2021).

Menurut Inggrid, sapaan akrabnya, menjadi atlet bisa jadi karena faktor keturunan di keluarganya.

Hal ini bukan tanpa alasan, ia mengungkap, ibu nya, semasa muda pernah aktif menjadi atlet Bela Diri di perguruan Kala Hitam.

Selain itu, dua orang abangnya juga atlet Taekwondo di perguruan yang sama dengan Inggrid, yaitu Karo Taekwondo Club. Saat ini ke dua saudara laki-lakinya itu masih aktif menjadi atlet.

Anak perempuan satu-satunya dari pasangan Dermawan Brahmana dan Suramin br Sebayang ini, kepada Tribun Medan, ia bercerita mengenai pertama kali mengikuti perlombaan.

Saat itu Inggrid masih duduk di kelas 5 SD, tahun 2011. Ia berkesempatan mengikuti kejuaraan Taekwondo antar pelajar di Kabupaten Langkat.

"Saat itu saya belum tahu bagaimana sistem pertandingan. Saya hanya ingat pesan abang saya yang mengatakan, jangan mau kalah, karena kalau kalah malu, pokoknya jangan sampai kalah," ucapnya menirukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved