Agen Travel Banting Harga, Rute Domestik Dibanderol mulai Harga Rp 160 Ribu
Pihak travel juga harus mencari alternatif untuk mengalihkan daerah terdekat yang tidak mengalami penutupan sementara.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penerapan dan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 28 Juni di Kota Medan turut berpengaruh untuk sektor biro travel di Sumut.
"Kebijakan ini sangat berdampak apalagi waktu Lebaran sampai sekarang agak ketat juga. Nah karena yang travel lokal andalkan saat ini tour lokal dari rombongan seperti ibu pengajian ataupun arisan karena penerbangan ke luar juga belum masuk," ungkap Wakil Bendahara Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASSPI) Sumut, Dina, Minggu (20/6/2021).
Dina yang juga pemilik Savana Tour and Travel ini juga menuturkan bahwa sejak pemberlakukan PPKM saat Lebaran, pihak travel juga harus mencari alternatif untuk mengalihkan daerah terdekat yang tidak mengalami penutupan sementara.
Baca juga: Ini Modus Para Sopir Travel Dalam Mengelabui Petugas di Pos Penyekatan Mudik
"Kalau saat ini perjalanan lokal pada takut karena ada pemeriksaan dan destinasi wisata juga ditutup seperti di Samosir kemarin. Jadi misalnya kita buat rute ke arah Samosir Perapat kita alihkan ke arah daerah Brastagi," ujarnya.
Di sisi lain, agar bisnis travel tetap berjalan, Dina membuat paket promo untuk rombongan dengan harga terjangkau, diantaranya Promo 1 Day Tour.
Untuk promo ini, Savana Tour menawarkan perjalanan dengan rute Sikulikap, Madu Efi, Siosar, dan juga include makan siang seharga Rp 160 ribu per orang. Paket lainnya untuk rute Taman Simalem, Siosar, Madu Efi, dan include makan siang di Simalem seharga Rp 250 ribu per orang
Selain pengalihan rute, Savana Travel sempat mengalami 15 pembatalan dari pemesanan paket tour lantaran pemberlakuan PPKM ini.
"Dari awal sebelum peraturan sudah banyak yang booking nih, para keluarga udah rencana mau liburan. Sangat terasanya itu hotel dan transportasi seperti penyewaan bus itu rata-rata pada cancel semua karena tidak ada yang berani pergi takut disuruh balik. Jadi itu refund uang semua karena kan rata-rata mereka beri deposit," tutur Dina.
Dikatakan Dina, sebelum kebijakan PPKM diberlakukan, para biro travel kembali mengalami peningkatan namun kembali anjlok saat penerapan PPKM diterapkan.
Hingga saat ini, pihak travel baru mampu mendongkrak 10 persen untuk pemesanan paket perjalanan.
"Kemarin waktu bulan Maret sebelum puasa tinggi permintaannya untuk wisata domestik. Cuma setelah keluar kebijakan PPKM sampai sekarang ya masih belum membaik. Kalau peningkatan paling 10 persen itupun baru bulan ini kita bisa pick up penumpang," kata Dina.
Terkait pemberlakukan PPKM ini, Dina berharap ke depannya pemerintah dapat mensosialisasikan destinasi wisata kepada para biro perjalanan.
"Jangan diberlakukan peraturan sebentar buka-tutup daerah kita kan jadi bingung. Kadang kita udah deal sama tamu rupanya di hari H itu tutup, istilahnya informasi buka-tutup nya itu nggak sampai ke kita, begitu sampai di sana rupanya tutup kan jadi nggak enak sama tamu," ujarnya.
"Maunya informasinya cepat sampai ke travel agent seperti penyuratan daerah wisata yang terkena penutupan, ini kita cari tahu sendiri jadinya. Jadi kita kucing-kucingan," kata Dina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lokasi-wisata-di-siosar-kabupaten-karo.jpg)