DINAS Pendidikan Serdang Bedagai Belum Lakoni Belajar Tatap Muka, Ternyata Ini Musababnya
Meski di Kota Medan, Sumatera Utara simulasi sudah dilakukan namun di Sergai belum ada tanda-tanda akan dilakukan.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) belum berencana untuk melakukan simulasi belajar tatap muka di sekolah-sekolah.
Meski di Kota Medan, Sumatera Utara simulasi sudah dilakukan namun di Sergai belum ada tanda-tanda akan dilakukan.
Saat ini dinas pendidikan masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi.
"Belum ada kita lakukan karena belum ada petunjuk. Nggak bisa kita sendiri yang ngambil kebijakan makanya kita tunggu arahan dari Provinsi. Kalau katanya dibuat, ya bisa kita buat simulasinya," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Serdang Bedagai, Sapran Senin (21/6/2021).
Mantan Kabag Umum Pemkab ini menuturkan saat ini Pemerintah Kabupaten masih fokus dalam kegiatan vaksinasi terhadap para guru-guru.
Kegiatan vaksinasi sudah dimulai sejak Senin (14/6/2021) lalu.
Ada dua titik tempat yang dipilih untuk kegiatan vaksin selain di Kecamatan Tebing Tinggi juga di Kecamatan Perbaungan.
"Kalau ditanya kita sih sudah siap karena sarana dan prasarana pendukung untuk menerapkan protokol kesehatan di sekolah sudah tersedia. Tapi kita kan belum tahu ini (apakah dibolehkan tatap muka atau tidak). Makanya kita tunggu dari Provinsi. Yang jelas kalau mau tatap muka, guru-guru juga kan harus siap divaksin dulu," kata Sapran.
Saat ini banyak pihak di Sergai yang sudah mengharapkan agar pada tahun ajaran baru nanti pemerintah bisa mengizinkan pemberlakuan kegiatan belajar tatap muka.
Tidak hanya guru, kalangan wali murid juga banyak memberikan dukungan.
Dianggap sudah terlalu lama anak sekolah belajar secara daring (online).
"Ya kalau bisa tahun ajaran baru masuk sajalah sekolah. Sudah lama kali anak-anak ini tidak belajar di sekolah. Kita orang tua pun susah mengajari anak karena memang bukan itu keahlian kita. Yang penting anak-anak nanti sekolah pakai masker lah," ujar Bambang, satu di antara wali murid SD Negeri asal Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu.
Sebelumnya Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang meminta agar guru di Sergai tidak takut untuk disuntik vaksin.
Menurutnya sampai saat ini belum ada di Sergai yang mengalami dampak negatif selepas disuntik vaksin.
Vaksin menjadi syarat agar ke depannya bisa melakukan pembelajaran dengan tatap muka.
"Kalau belum bersedia divaksin, guru belum boleh ngajar. kalau gurunya belum divaksin gimana anak muridnya mau sehat. Saya rasa kalau ada yang takut, itu artinya kuno karena sampai sekarang ini nggak ada yang kenapa-kenapa usai divaksin," kata Robin.
Disdik Karo Masih Tunggu Rekomendasi Pemkab Terkait Simulasi Belajar Tatap Muka
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karo, masih menunggu adanya rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo terkait pelaksanaan simulasi belajar tatap muka.
Diketahui, pelaksanaan simulasi ini dilakukan menanggapi saran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memulai belajar tatap muka pada bulan Juli mendatang.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Karo Dr Eddi Surianta Surbakti, mengungkapkan menanggapi hal ini pihaknya telah melakukan beberapa persiapan.
Dirinya menyebutkan, nantinya pihaknya akan mendiskusikan perihal rencana ini terlebih dahulu ke Pemkab Karo.
"Kita sudah lakukan beberapa persiapan, di minggu depan kita akan melakukan rapat koordinasi dengan Pemkab.
Di situ nantinya akan dilihat seperti apa rekomendasi dari lintas instansi," ujar Eddi, Jumat (18/6/2021).
Eddi mengungkapkan, pada rapat tersebut nantinya dibahas seperti apa rekomendasi yang telah diberikan oleh Kemendikbud untuk pembelajaran tatap muka, dan seperti apa kondisi di Kabupaten Karo.
Dirinya mengatakan, memang arahan dari lintas kementerian sudah memberikan rekomendasi untuk pembelajaran tatap muka.
Namun, pemerintah daerah tetap memiliki peranan penting karena yang mengetahui seperti apa kondisnya.
"Nanti akan kita paparkan baik dari kementerian dan kondisi yang ada di Kabupaten Karo, sehingga kita dapatkan jalan tengahnya," katanya.
Saat ditanya seperti apa pelaksana simulasi jika nantinya Pemkab sudah memberikan rekomendasi, dirinya mengatakan pihaknya akan membuat sampel terlebih dahulu.
Kemudian, nantinya dari sampel tersebut akan diikuti oleh sekolah yang lain untuk membuat aksi simulasi serupa.
"Ya nanti mungkin satu hari saja kita buat simulasi, tapi semua sekolah yang sudah mendapatkan rekomendasi bisa memulai belajar tatap muka akan ikut simulasi. Sehingga nanti saat dimulainya tahun ajaran baru, bisa lansung mengikuti," ungkapnya.
Dirinya mengungkapkan, untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah jajaran Disdik Karo sedikitnya 80 persen sudah menyatakan siap untuk pembelajaran tatap muka.
Saat ini, pihaknya juga masih mempersiapkan seperti apa kesiapan di tingkat Sekolah Dasar.
(dra/Cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/darma-wijaya-berfoto-bersama-dengan-para-guru-smp-negeri-1.jpg)