Breaking News:

Program Peremajaan Sawit Kian Diminati, Tahun Ini Paling Banyak Permohonan dari Padanglawas Utara

Dinas Perkebunan Sumatera Utara mencatat sepanjang tahun 2020 terdapat 2.906 petani sawit di Sumut yang menerima dana program Peremajaan Sawit Rakyat.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
Kompasiana / Asprila Yehuda
Ilustrasi Perkebunan Sawit 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kian diminati para petani sawit.

Dinas Perkebunan Sumatera Utara mencatat sepanjang tahun 2020 terdapat 2.906 petani sawit di Sumut yang menerima dana program Peremajaan Sawit Rakyat.

Penerima manfaat program Peremajaan Sawit Rakyat adalah petani yang tergabung dalam 59 gabungan kelompok tani (gapoktan)/kelompok tani (poktan) dari 12 kabupaten di Sumut dengan total penyaluran dana PSR yang diterima petani adalah Rp183,90 miliar. 

Jika dibandingkan saat tahun pertama program PSR, yaitu tahun 2017, jumlah petani yang ikut dalam program tersebut hanya 100 orang dari dua gapoktan/poktan di Kabupatenserdang bedagai dengan jumlah penyaluran dana sebesar Rp2,65 miliar. 

Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, ada 2.806 orang petani yang bertambah. Sementara, jumlah penyaluran dana PSR-nya tumbuh sebesar Rp181,25 miliar atau 6.839,62 persen dalam tiga tahun. 

Adapun, di tahun 2018, tercatat ada 336 petani yang ikut dalam program ini. Di tahun 2019 jumlah petani bertambah signifikan menjadi 2.724 orang petani. 

"Petani yang awalnya ragu, sekarang petaninya siap karena kan mereka dapat dana Rp30 juta per hektar
Cuma, itu sebenarnya tidak cukup bagi mereka," kata Wakil Ketua Tim PSR Disbun Sumut Banua Pane, Senin (21/6/2021). 

Banua menuturkan selama lahan sawit milik petani dalam masa peremajaan, penghasilan mereka tentunya berkurang. Inilah yang membuat sebagian petani enggan ikut dalam program PSR tersebut. 

Tim PSR Disbun Sumut berharap, selama masa peremajaan, instansi lain baik dari pemerintahan maupun non pemerintahan memberi bantuan untuk petani, baik berupa benih maupun dana. 

Untuk pendanaan tahun 2021, Banua mengatakan dana PSR Sumut belum ada yang disalurkan. Hal ini sejalan dengan masalah legalitas lahan sawit milik para petani. 

Meski demikian, berkas pengajuan program PSR dari petani dipastikan terus bertambah tahun ini. Saat ini berkas tersebut masih di tahap verifikasi Dinas Perkebunan tingkat kota dan kabupaten. 

Progres program PSR paling besar untuk tahun ini ada di wilayah Padanglawas Utara (Paluta).

"Progres terbesar, Paluta. Masih dalam tingkatan menyurati ke Dinas Kehutanan untuk legalitas lahan. Tahun ini program PSR ditargetkan untuk 15 kabupaten," pungkas Banua. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved