Breaking News:

Lima Pelaku Pungli di Sidebuk-debuk Karo Ditangkap, Diancam Sembilan tahun Penjara

Kelima pria ini ditangkap saat sedang melakukan pengutipan di lokasi yang di jadikan pos retribusi di pintu masuk Desa Doulu, Kecamatan Berastagi.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
LIMA tersangka pelaku pungli berkedok retribusi ditahan di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Polres Tanah Karo lima laki-laki yang diduga menjadi pelaku aksi pungutan liar (pungli). Kelimanya ditangkap karena melakukan Pungli yang berkedok retribusi masuk ke objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk.

Kelima pria ini ditangkap saat sedang melakukan pengutipan di lokasi yang di jadikan pos retribusi di pintu masuk Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Sabtu (19/6/2021) kemarin. Saat ini, kelimanya telah diamankan di Mapolres Tanah Karo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

KBO Satreskrim Polres Tanah Karo Iptu S Silalahi mengatakan, kelima pria yang ditangkap ini berinisial JS, RBS, WSG, JP, dan BS. Kelimanya ditangkap saat sedang berada di pos retribusi sekira pukul 21.30 WIB.

"Para pelaku ini ditangkap karena melakukan pungli berkedok retribusi kepada para pengunjung yang akan masuk ke pemandian air panas yang berada di desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo," ujar Silalahi, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Makin Marak, Pungli di Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk Banyak Pengunjung Kecewa

Silalahi menjelaskan, penangkapan terhadap kelimanya ini karena adanya laporan dari masyarakat. Berdasarkan laporan dari masyarakat ini diketahui kelimanya melakukan pengutipan di tempat yang tidak seharusnya.

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan laporan dengan nomor laporan polisi LP/B/521/VI/2021/SPKT/POLRES TANAH KARO/POLDA SUMUT, pelapor menyebutkan saat hendak masuk ke pemandian air panas yang berada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, dirinya dimintai sejumlah uang. Dirinya mengatakan, ketika diberhentikan oleh pada pelaku pelapor dimintai uang masuk sebesar Rp 5.000 untuk satu orang.

"Saat dimintai retribusi, pelapor merasa keberatan dan tidak mau memberikan uang tersebut dan bertanya atas dasar apa kutipan tersebut. Sempat terjadi cekcok antara pelapor dan pelaku pungli tersebut," ucapnya.

Silalahi menjelaskan, atas laporan ini pihaknya lansung melakukan pengembangan dan menangkap pada pelaku ini. Dari tangan kelima pelaku ini turut diamankan barang bukti berupa uang yang diduga hasil retribusi sebesar Rp 1.028.000. Kemudian, satu blok karcis tanda masuk, buku catatan, dan dua buah tanda pengenal petugas retribusi.

Nantinya para pelaku akan dipersangkakan dengan pasal 368 KUHP, tentang pemerasan dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun. (cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved