Breaking News:

Tersangka LS Tahu Temannya Bunuh Guru SD Martha Butarbutar di Kafe Parmaksian

Setelah melancarkan aksinya, ketiga tersangka berangkat ke sebuah kafe yang ada di daerah Simangkok, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba. 

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Tersangka LS saat digiring oleh petugas di Kantor Polres Toba pada Rabu (23/6/2021). LS ikut mengantarkan tiga tersangka lainnya pada malam pembunuhan guru Lisbeth Marthalena boru Butarbutar. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Polisi berhasil menangkap LS (15) yang merupakan tersangka ke empat kasus pembunuhan guru SD di Toba, Marta boru Butarbutar.

Tiga tersangka lainnya adalah DN (16) JH (16), dan Rikki Tambunan (24). 

Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya mengatakan, perencanaan untuk pencurian tersebut dilakukan di sebuah warnet di Porsea, Minggu (23/5/2021). 

LS membonceng JH yang disebut sebagai otak aksi kejahatan dan dua tersangka lainnya menggunakan sepeda motor lainnya. Setibanya di areal rumah korban, LS pergi dan menunggu tiga rekannya di sebuah SPBU di Pardinggaran, Laguboti, Kabupaten Toba. 

"LS membonceng JH dan RT membonceng DN. Pada jarak 200 meter dari rumah korban, tersangka JH, DN, dan RT ditinggalkan oleh tersangka LS, dan ia menunggu di SPBU Pardinggaran," ungkap Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Rabu (23/6/2021). 

Setelah melancarkan aksinya, ketiga tersangka berangkat ke sebuah kafe yang ada di daerah Simangkok, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba. 

Dan di tempat itulah, tersangka LS akhirnya tahu temannya telah membunuh korban dengan sebilah pisau. 

Baca juga: Gagal Gadai Hasil Curian di Parmaksian, Trio Pembunuh Guru SD Marta Butarbutar Cair di Laguboti

Baca juga: Guru SD Martha Butarbutar yang Dibunuh Sadis Ternyata sedang Membangun Rumah Baru

"Sekitar satu jam lamanya menunggu, kemudian DN menemui LS dan mengajaknya pergi ke Parmaksian untuk berjumpa di sana dengan tersangka lainnya. Setibanya di Parmaksian, LS baru saja tahu bahwa ketiga tersangka ternyata membunuh, bukan mencuri," sambungnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana kronologi penangkapan otak pembunuhan JH. 

"Pada Rabu (16/6/2021), sekira pukul 10.00 WIB, Tim Resmob Satreskrim Polres Toba mendapatkan informasi bahwa pelaku utama pembunuhan yakni JH termonitor dan berada di seputaran Kota Bukit Tinggi, Provinsi Sumatera Barat," terangnya. 

"Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, Tim Resmob Satreskrim Polres Toba yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar berangkat menuju lokasi yang dimaksud," sambungnya. 

Alhasil, tersangka JH ditangkap dan dibawa ke Mapolres Toba. 

"Setibanya di lokasi yang dimaksud pada Kamis (17/6/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, tim langsung melakukan pencarian dan penyelidikan di seputaran Kota Bukit Tinggi dan pada pukul 12.00 WIB mendatangi perkumpulan anak punk," ungkapnya. 

"Tim kemudian bergerak ke Kelurahan Belakang Balik, Kecamatan Aur Birigo Tiga Baleh, Kota Bukittinggi. Setelah melakukan pengintaian selama 30 menit di lokasi, tim melihat satu orang lelaki yang mirip dengan pelaku utama pembunuhan korban Lisbeth Marthalena boru Butarbutar. Selanjutnya JH dibawa ke Mapolres Toba," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved