Breaking News:

Mala Merajut Benang Menghimpun Laba, Mala Craft Eksis di Tengah Pandemi  

Sehingga ia mengkreasikan rajutan dalam bentuk masker dan tali konektor rajutan berhubung peminatnya banyak.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU
Pemilik bisnis Mala Craft memperlihatkan hasil rajutan nya berupa masker yang digunakan dan tali konektor di Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan XIII, Kecamatan Medan Barat, Sumatera Utara, Selasa (22/6/2021).(TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nurmala, pemilik bisnis Mala Craft telah menghasilkan berbagai kreasi unik dari bahan dasar benang, bahkan hasil kerajinan tangannya merupakan bisnis yang ngetrend di tengah pandemi Covid-19.

"Saya punya berbagai produk hasil karya sendiri dari bahan dasar benang sesuai permintaan pelanggan baik itu tas laptop, sandal, ransel serta tidak batasin dalam bentuk apapun," kata Nurmala, Selasa (22/6/2021).

Di tengah pandemi Covid-19, menjadi peluang bisnis besar baginya. Sehingga ia mengkreasikan rajutan dalam bentuk masker dan tali konektor rajutan berhubung peminatnya banyak, terlebih dari anak muda.

"Awalnya saya fokus membuat tas rajut karena itu paling banyak dipesan, namun di tengah pandemi ini saya coba buat masker serta tali konektor dan ternyata peminatnya banyak sehingga sudah ada ratusan buah setiap bulannya laku," ujar Nurmala.

Baca juga: BI Dorong UMKM Go Ekspor, Gelar Event Promosikan Produk Unggulan

Nurmala menyatakan permintaan hasil karyanya seperti masker dan tali konektor ini saja terus meningkat. "Permintaan produk saya banyak sekali terutama seperti tali konektor ini saja ada yang pesan sampai beberapa lusin bahkan baru-baru ini ada pesan 500 buah untuk ucapan terimakasih,"  katanya.

Dengan permintaan yang tinggi, bisnis miliknya dapat raih omset hingga belasan juta rupiah setiap bulannya.

"Omzet kita lumayan lah dalam sehari seperti untuk tali ini saja ada sekitar 80 buah laku dan belum lagi kreasi lain," ujar Nurmala

Terkait hal ini, untuk harga, sangat terjangkau. Tali konektor dibaderol Rp 10 ribu dapat tiga buah, masker beserta tali konektor Rp 20 ribu dengan menggunakan merek serta yang tidak menggunakan tali konektor dibanderol Rp 10 ribu, bahkan kreasi janda bolong dibaderol Rp 30 ribu.

"Harga kreasi kita bervariasi tergantung bentuk permintaannya saja seperti sepatu, tas, masker, dan lainya berbeda harga dan bahan kita juga terjamin karena menggunakan benang yang lembut," ujarnya.

Selanjutnya dalam pemasaran, Nurmala mengaku masih di sekitaran Sumatera Utara.

"Saya pasarkan produk ini masih di berbagai pasar seperti Pajak Marelan Pasar Lima, Pajak di Hamparan Perak, Pajak Andang Sari, sebagian di kantor camat. Lalu beberapa daerah seperti Kampung Lalang, Lubuk Pakam, dan sebagainya. Media sosial seperti Facebook dan telah ditawari di Medan Creative juga serta marketplace," kata Nurmala.

Sementara itu ide bisnis Mala Craft ini telah dirintis Nurmala sejak tahun 2017 dan memiliki bakat merajut dari kecil berawal melihat nenek-nenek pada zaman dulu.

Selain itu, Nurmala menyatakan saat ini pembuat rajutan seperti produk ini sedikit sedangkan peminat banyak dan ini sebuah peluang yang harus diperjuangkan sehingga ia juga membuka kelas belajar untuk membuat kreasi dalam bentuk rajutan.

Usaha kreasi Mala Craft ini berada di Jalan KL Yos. Sudarso Lingkungan XIII, Kecamatan Medan Barat, Medan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved