Panas Gerah Berpotensi Hujan Deras, BMKG Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrim
Intensitas hujan yang mulai menurun juga ternyata harus diwaspadai warga karena saat terjadi hujan dapat berpotensi munculnya cuaca ekstrim.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hartanto mengatakan, panas gerah hingga dua hari ke depan dapat berpotensi terjadinya hujan deras dan disertai angin kencang.
"Pagi sampai siang kadang muncul panas dan udara gerah selama satu sampai dua hari. Itu biasanya bisa berpotensi hujan dengan intensitas lebat disertai dengan petir dan angin kencang yang bersifat merusak," ujar Hartanto, Rabu (23/6/2021).
Hartanto menambahkan, intensitas hujan yang mulai menurun juga ternyata harus diwaspadai warga karena sewaktu-waktu saat terjadi hujan dapat berpotensi munculnya cuaca ekstrim.
"Beda sama musim hujan, kalau sekarang kan sudah tidak masuk musim hujan. Tapi justru itu yang harus diwaspadai. Kalau sudah panas gerah kita harus hati-hati," katanya.
Hartanto mengingatkan warga kota Medan agar lebih mewaspadai cuaca selama dua hingga tiga hari ke depan, terutama untuk wilayah perkotaan yang memungkinkan munculnya potensi cuaca ekstrim.
Diketahui, Selasa sore (22/6) muncul cuaca ekstrim di beberapa wilayah di kota Medan. Salah satu kejadian angin kencang yang merobohkan atap pusat pasar Medan dan dua pohon tumbang sekaligus di Jalan Prof HM Yamin akibat angin kencang.
Menurut informasi dari warga setempat, angin kencang tersebut terlihat memutar seperti angin puting beliung.
Terkait hal ini, kata Hartanto, biasanya ketika kondisi atmosfer seperti saat ini cenderung memunculkan angin puting beliung.
"Biasanya kalau di kondisi yang seperti ini kecenderungannya adalah angin yang memutar, karena itu muncul dari dasar awan. Tapi prinsipnya sama, baik itu angin memutar ataupun yang satu arah. Pokoknya kalau dia sudah merusak ya pasti berdampak,” katanya.
Hanya Cakupan Lokal
KEPALA BBMKG Wilayah I Medan, Hartanto mengatakan, potensi cuaca ekstrim tersebut cenderung hanya cakupan lokal.
"Untuk cakupannya saat ini, potensinya lebih cenderung cakupan lokal. Jadi tidak meluas terlalu banyak, hanya setempat-setempat saja karena pertumbuhan awannya juga hanya setempat- setempat," katanya.
Hartanto menjelaskan, intensitas hujan yang mulai menurun juga ternyata harus diwaspadai warga karena sewaktu-waktu saat terjadi hujan dapat berpotensi munculnya cuaca ekstrim.
"Sekarang kan intensitas curah hujan sudah mulai menurun, kadang hujan, kadang beberapa hari tidak hujan. Pada saat mau muncul hujan, kondisi atmosfer menjadi tidak stabil. Jadi semacam menyimpan energi. Mengumpulkan energi dulu baru hujan," jelasnya.
"Beda sama musim hujan, kalau sekarang kan sudah tidak masuk musim hujan, tapi justru itu yang harus diwaspadai. Kalau sudah panas gerah kita harus hati-hati," lanjutnya.
Hartanto menambahkan, potensi cuaca ekstrim mungkin saja akan terjadi selama 2-3 hari ke depan dan cakupannya cenderung lokal. "Di mana terjadinya ya itu tidak tentu karena sangat lokal. Tapi kondisi perkotaan seperti pemanasan kota itu berakibat terjadinya pertumbuhan awan," katanya.(cr17/tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cuaca-panas-1.jpg)