Terungkap Inilah Alasan Australia Mendadak Samakan Indonesia dengan Israel dan India

Pandangan Australia ini tentang hubungan internasional juga telah menunjukkan beberapa perubahan besar, dan yang terbesar adalah terkait dengan AS dan

ISTIMEWA
MILITER AUSTRALIA SIAP SIAGA: Terungkap Inilah Alasan Australia Mendadak Samakan Indonesia dengan Israel dan India 

Kepercayaan oleh warga Australia di Amerika Serikat ini meningkat setelah pemilihan AS pada tahun 2020.

Yaitu pemilihan yang juga menunjukkan kekalahan Donald Trump dari Partai Republik dan digantikan oleh Joe Biden dari Demokrat.

Sementara itu, kepercayaan dari orang-orang Australia pada China pun turut menurun.

Namun, belum jelas persisnya apa yang sampai menyebabkan penurunan tersebut.

Mengingat pula sejumlah cerita negatif yang muncul dari China pada tahun lalu.

Termasuk soal tindakan keras China di Hong Kong, tarif China atas barang-barang Australia, dan tentu saja penemuan COVID-19 di kota Wuhan, China.

Baca juga: Ingat Wanita Hamil Tewas & Dikubur di Septic Tank? Keluarga Siti Hamidah Syok saat Tahu Pelakunya

Baca juga: Kisah Wanita Bajak WhatsApp Pacar Ternyata Sudah Tunangan, Begini Cara Sadap WA Tanpa Ketahuan

Baca juga: Janda Kaya MR Rugi 2 Kali, Punya Pacar Rupanya Polisi Gadungan, Mobilnya Dilarikan Alasan Mau Dinas

Melissa Conley Tyler, seorang peneliti di Institut Asia Universitas Melbourne, mengatakan pula bahwa perubahan sentimen terhadap AS "tidak mengejutkan", karena sangat cenderung mengikuti popularitas presiden AS.

Dia mengatakan cara China dan AS menangani COVID-19 kemungkinan akan mengurangi kepercayaan warga Australia pada keduanya.

Selain terkait kepercayaan dengan dua negara adikuasa tersebut, ada pula peningkatan kepercayaan ditunjukkan pada negara-negara lainnya.

Di antaranya kepercayaan orang-orang Australia terhadap Israel, Indonesia, dan India.

Rupanya, Australia sejajarkan Indonesia dengan kedua negara tersebut dalam hal kepercayaanya.

"Australia sekarang lebih mempercayai Israel, Indonesia, dan India," kata laporan tersebut.

Namun, perlu pula dicatat bahwa survei itu dilakukan pada awal Maret 2021.

Sebelum pecahnya kekerasan terbaru di wilayah Palestina, sehingga hasil itu tidak menangkap potensi perubahan sentimen mengenai Israel sejak saat itu.

Ms Conley Tyler mengatakan, "Senang melihat peningkatan pandangan positif terhadap Indonesia" bahkan jika mereka dari dasar yang rendah untuk memulai.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved