Breaking News:

Peringati Hari Lansia, Bupati Ashari: Berdayakan Lansia Agar Lebih Sehat, Produktif dan Sejahtera

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar acara peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional yang ke-25

Editor: Ismail
Dok. Humas Pemkab Deli Serdang
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar acara peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional yang ke 25 tingkat Kabupaten Deli Serdang  tahun 2021 yang bertemakan ”Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga” dirangkai dengan pemberian hadiah hasil perlombaan vokal group mars Lansia, baca puisi dan merangkai bunga yang diikuti para lansia, Rabu (23/06/2021). 

TRIBUNMEDAN.ID, TANJUNGMORAWA - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar acara peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional yang ke-25 tingkat Kabupaten Deli Serdang tahun 2021 yang bertemakan ”Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga” dirangkai dengan pemberian hadiah hasil perlombaan vokal group mars Lansia, baca puisi dan merangkai bunga yang diikuti para lansia, Rabu (23/06/2021).

Peringatan Hari Lansia Nasional tersebut, bertempat di P3UD, Kecamatan Tanjung Morawa  yang dipimpin oleh Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, beserta Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar, serta didampingi Wakil Ketua TP PKK Deli Serdang  Ny Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny Herawati Darwin Zein, Asisten I Drs H Citra Efendi Capah,Kadis P2KBP3A Era Permata Sari SH,MM, Kadis Kominfo DR Dra Miska Gewa Sari MM, Kadis Perindag Tengku M Zaki Aufa S.Sos,MAP, Kadis Kesehatan dr Ade Budi Krista, Kadis PMD Drs Khairul Azman MAP, Kadis Perpustakan Drs H Misran Sihaloho M.Si serta para Camat.

"Peringatan hari lanjut usia, adalah momentum bagi kita semua untuk senantiasa lebih memperhatikan keberadaan lansia, baik terkait kehidupan sehari-hari, kesehatan, kesejahteraan dan kebutuhan psikologisnya."

Untuk itu, dibutuhkan sinergitas dan upaya strategis dalam rangka memberdayakan lansia, agar lebih sehat, produktif, kreatif dan sejahtera di Kabupaten Deli Serdang ini," kata H Ashari Tambunan.

Dirinya menambahkan, maksud dari tema  “Lanjut usia bahagia bersama keluarga”, bermakna bahwa, keluarga adalah lembaga sosial terkecil yang menjadi tempat persemaian bagi setiap orang, maka orangtua menjadi sudut pandang bagi generasi muda sekaligus sebagai panutan. Saya mengajak masyarakat khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran diri, partisipasi dan kepedulian sosial terhadap para lansia, agar mereka mampu memiliki jiwa yang sehat serta mandiri dalam menjalani kehidupan sosialnya.

Kita telah melaksanakan beberapa rangkaian acara dalam memperingati hari lanjut usia ke-25 ini. Seperti senam massal, pemberian vaksin Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan gratis. Juga berbagai perlombaan yakni vocal group mars lansia, baca puisi dan merangkai bunga. 

"Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya rangkaian acara ini. Karena lansia adalah bagian dari masyarakat yang turut mendukung, melaksanakan, mensukseskan, sekaligus penyangga pembangunan melalui kematangan pola hidup dan pikirnya, serta menjadi panutan untuk tuntunan hidup antar generasi," ucap Bupati.

“Semoga apa yang kita lakukan, dapat meningkatkan kesejahteraan sosial, menumbuhkan semangat dan lansia produktif di usianya saat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya Kadis P2KBP3A pada laporannya menjelaskan, peringatan hari lanjut usia pada tahun 2021 kali ini memiliki nuansa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena sejak tahun 2020 yang lalu dunia termasuk indonesia berada pada posisi sebagai negara yang terkena pandemi corona virus deases (Covid-19).

Dampak dari kondisi tersebut telah memberikan pengaruh terhadap berbagai sektor termasuk salah satunya adalah sektor ekonomi dan kesehatan. Dimana dua sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap permasalahan lanjut usia di indonesia.

“Lanjut usia merupakan salah satu kelompok rentan yang harus diantisipasi dan mendapat perhatian dari kita semua, karena selain tidak bisa mengakses sumber-sumber layanan seperti kesehatan, sosial dan olahraga, maka para lansia juga sangat mudah terkena penularan Covid-19,” ucapnya.

Ia menambahkan, para lanjut usia pada umumnya juga mengalami hambatan untuk melakukan komunikasi baik dengan keluarganya maupun dengan lingkungannya, sehingga menjadikan lansia sebagai pihak yang inferior padahal ruang lingkup kehidupannya masih menunjang.

Para lansia yang mungkin masih berada di lingkungan keluarga tidak akan merasa dikucilkan apalagi bagi lansia yang masih berpasangan walaupun tidak bersama keluarga, anak-anak atau keturunan mereka, Kata Kadis P2KBP3A.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved