Diduga Kekurangan Oksigen, Andi Syahputra Ditemukan Tewas saat Perbaiki Sumur
Jasad korban setelah dievakuasi langsung disemayamkan di rumah mertuanya di Desa Tanjung Morawa A.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, LUBUK PAKAM - Warga Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang digemparkan dengan kematian seorang kepala keluarga di dalam sumur, Rabu (8/4/2026) malam.
Korban bernama Andi Syahputra (40) yang tinggal di Dusun I. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh sang istri.
Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan korban bisa tewas di dalam sumur.
Setelah dievakuasi, jasad korban tidak dilakukan autopsi. Pihak kepolisian menyebut jika keluarga keberatan dengan hal itu.
Kepala Dusun I Desa Bandar Labuhan, Mahmud mengatakan, secara pasti ia juga tidak mengetahui apa yang menyebabkan korban bisa meninggal dunia di dalam sumur. Selama ini keluarga korban dianggap tertutup dengan para tetangga. Korban ditemukan usai istrinya pulang kerja.
"Jadi magrib itu istrinya pulang dan cariin suaminya ini. Nggak nampak-nampak dan kemudian dicariin ke sumur karena dia sering bersihkan sumur. Kalau selama ini kesibukan suaminya ini nggak tau apa, ia di rumah sama anaknya kalau istrinya kerja," kata Mahmud.
Baca juga: DUA Pria Tewas Membusuk 5 Hari di Atap Masjid, Penyebab Kesetrum, Curiga Belatung Berjatuhan
Mahmud mengatakan, pada saat kejadian, dua anak korban juga sebenarnya ada di dalam rumah. Namun dua anaknya itu masih kecil-kecil. Jasad korban setelah dievakuasi langsung disemayamkan di rumah mertuanya di Desa Tanjung Morawa A.
"Tadi malam pihak keluarga juga keberatan kalau ada yang memvideokan (proses evakuasi). Pihak keluarga nggak mau kalau itu dipublish dan disebarkan (di medsos). Kalau istrinya belum bisa ditanyain karena masih shock juga," katanya.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab kematian korban. Saat itu dari keterangan saksi sebelumnya, korban sedang memperbaiki sumur.
"Terkait kematian nggak berani kami memastikannya kenapa, yang jelas dia perbaiki sumur. Ada keterangan saksi, keterangan anaknya. Memang dia bangun sumur dari dulu sendiri. Kemudian di lokasi juga ada tali yang digunakan. Kalau istri (belum bisa didapatkan banyak keterangannya), karena masih berduka," kata Jonni.
Dari informasi yang didapatkan, proses evakuasi memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Prosesnya dimulai dari pukul 20.30 sampai pukul 23.00 WIB. Saat itu 8 orang tim Damkar diterjunkan ke lokasi.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan tali. Saat tim turun ke dalam sumur yang kedalamannya lebih dari 10 meter, personel menggunakan bantuan oksigen.
Sumur korek tersebut berbentuk persegi dan berdinding batu bata yang terletak di luar rumah. Diduga, saat bekerja di dalam sumur, korban kehabisan oksigen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tim-Damkar-Pemkab-Deli-Serdang-mengevakusi-jasad-korban-yang-sempat-tewas.jpg)