News Video
Viral Ibu Curhat Tak Tega Lihat Anak Bayinya Dikerok Karena Sakit
Viral seorang ibu curhat tak tega lihat anak bayinya dikerok karena sakit. Ia mengaku tidak tega melihat putrinya yang masih bayi itu dikeroki.
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: M.Andimaz Kahfi
Viral Ibu Curhat Tak Tega Lihat Anak Bayinya Dikerok Karena Sakit
TRIBUN-MEDAN.COM - Viral seorang ibu curhat tak tega lihat anak bayinya dikerok karena sakit.
Ia mengaku tidak tega melihat putrinya yang masih bayi itu dikeroki hingga merah-merah karena sakit.
Penampakan sang bayi yang dikerok dibagian punggung itu sendiri menjadi sorotan.
Pasalnya, cara itu tidak disarankan untuk menyembuhkan sakit, apalagi dilakukan pada tubuh bayi yang masih rapuh.
Dalam video, sang ibu menceritakan kesedihannya melihat putrinya sakit.
Kesedihannya semakin bertambah saat melihat bayinya itu menahan sakit karena dikerok.
Amankah kerokan pada anak-anak?
Dilansir dari hellosehat.com, masuk angin sebenarnya adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya sejumlah gejala, seperti demam, badan pegal, perut mual dan kembung, hingga hidung mampet.
Rasa “tak enak badan” akibat masuk angin ini disinyalir karena terlalu banyak angin yang masuk ke tubuh.
Kerokan menjadi salah satu cara yang umum, baik untuk dewasa maupun anak, untuk meredakannya.
Menurut dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, kerokan menyebabkan sugesti nyaman pada seseorang.
Itu sebabnya, banyak yang percaya bahwa rasa “tak enak badan” bisa sembuh dengan kerokan.
Dalam dunia kedokteran sendiri, kerokan pada anak ataupun orang dewasa diperbolehkan.
Namun, Prof. Dr. dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes menyebut ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kerokan pada anak.
Guru besar Fakultas Kedokteran Unversitas Negeri Sebelas Maret itu menyebut bahwa bayi dan balita tak boleh dikerok dengan gesekan terlalu kuat.
Alasannya, jaringan kulit pada anak-anak, terutama bayi dan balita masih lemah dan rentan.