Breaking News:

Bajing Loncat dan Premanisme Mengganas, Berdampak pada Ongkos Logistik yang Tinggi

Dijelaskan Fikri, aksi kriminal ini menimbulkan dampak yang merugikan banyak pihak baik sopir hingga pelanggan.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi premanisme dan bajing loncat cukup meresahkan dalam beberapa waktu terakhir. Sekretariat Jendral Asosiasi Perusahaan Pengiriman Express, POS dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumatera Utara Fikri Alhaq Fachryana mengungkapkan bahwa aksi ini begitu meresahkan bagi pengendara.

"Setiap truk barang atau mobil barang, menjadi incaran para penjahat ini. Maraknya aksi bajing loncat dan pungli di jalananan di daerah ini, membuat para sopir mobil barang terus mengeluhkan kondisi itu. Kejadian ini sangat merugikan masyarakat Sumatera Utara,” ungkap Fikri, Rabu (30/6/2021).

Dijelaskan Fikri, aksi kriminal ini menimbulkan dampak yang merugikan banyak pihak baik sopir hingga pelanggan.

Baca juga: Menikmati Kuliner Ala Eropa Dengan Bahan Baku Sayuran Segar Karo di Pe88tavern

"Banyak dampak dari kejadian ini seperti banyak menghilangkan barang milik pelanggan baik dari UMKM, Online Seller, Milik Pribadi sehingga yang dirugikan adalah masyarakat luas. Kemudian juga keselamatan para sopir dan pengguna jalan akan terkena imbasnya dan mengakibatkan ongkos logistik menjadi tinggi sehingga menimbulkan tingginya beban masyarakat untuk berdagang,” ujar Fikri.

Fikri menjelaskan bahwa saat ini ekonomi Indonesia sangat bergantung pada ekonomi digital sesuai yang dikampanyekan oleh pemerintah tentang digitalisasi ekonomi. Ekonomi digital adalah e-commerce/jual beli online.

Komponen yang sangat utama dalam e-commerce adalah jasa logistik. Jasa logistik tidak hanya berperan distribusi barang, tetapi juga berperan dalam proses transaksi pembayaran melalui COD, maka kita semua harus membangun ekosistem e commerce yang sehat dan kondusif, aman dan nyaman.

Terkait hal ini, Asperindo Sumut melakukan upaya untuk mengetatkan pengamanan agar meminimalisir penjarahan bajing loncat.

"Kami memerintahkan kepada seluruh armada perusahaan anggota kami harus melengkapi standar keamanan armada dengan palang, gembok double, dan sebagainya. Alhamdulillah langkah standar keamanan ini sudah dipatuhi oleh seluruh anggota Aperindo Sumut,” ujar Fikri.

Sementara itu, secara eksternal Asperindo telah berupaya pada setiap kejadian pada perusahaan anggota yang menjadi korban telah membuat laporan kejadian di Polsek terdekat.

Langkah selanjutnya Asperindo Sumut telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Polda Sumut dan juga melakukan audiensi dengan beberapa Polsek wilayah hukum tempat kejadian.

 “Namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil,” ucap Fikri.

Berdasarkan pemantauan Fikri, kejadian baru-baru ini terekam Bajing loncat dan sempat viral karena terekam di Daerah Limapuluh Kab Batubara Sumut.

Melihat kondisi yang semakin mengganas, Asperindo berencana akan melakukan Doa bersama dan Santunan anak yatim pada Jumat 2 Juli 2021, jam 16.30 – 17.30 WIB secara virtual dan dengan tema “Dalam rangka Mengetuk Pintu Langit”.

Doa tersebut dipimpin oleh Ustadz Riskil Asri selaku Kepala Kantor Yayasan Yatim Mandiri Sumut. Pesan-pesan akan disampaikan oleh Senator kita, Anggota DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah) wakil Sumut Dr Dedi Iskandar Batubara dan Anggota DPD RI Muhammad Nuh, MSP.

Baca juga: Anggota DPRD Sebut Angkutan Ekspedisi Bikin Rusak Jalan Pukat II, Minta Ada Sanksi

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved