Sekolah Tatap Muka Sumut

BELAJAR Tatap Muka Ditunda, Disdik Sumut Ikuti Kebijakan Pemprov Sumut, Ini Persiapannya

Dinas Pendidikan Sumut akan mengikuti kebijakan Pemprov Sumut terkait penundaan belajar tatap muka di Juni 2021 ini.

Tribun-medan.com/Rechtin Ritonga
TATAP MUKA - Siswa kelas VII Aristoteles SMP Negeri 1 Medan yang mengikuti simulasi atau uji coba belajar tatap muka, Senin (21/6/2021). Yazid mengaku senang bisa mengikuti simulasi dan bertemu dengan teman-teman sekelasnya. (Tribun-medan.com/Rechtin Ritonga) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Pendidikan Sumut akan mengikuti kebijakan Pemprov Sumut terkait penundaan belajar tatap muka di Juni 2021 ini.

"Memang kita tetap mengacu, misalnya dalam peraturan menteri dan peraturan bersama itu, pada tren penyebaran Covid-19. Ternyata sekarang kan memang lagi naik trennya," kata Kepala Disdik Pendidikan Syaifuddin kepada Tribun Medan melalui saluran telepon, Rabu (30/6/2021).

"Mengacu pada itu, ya sekolah tetap lakukan pembelajaran secara daring. Untuk kebijakan ke depan, soal tatap muka, akan dibicarakan pada bulan Agustus," lanjutnya.

Persiapan sekolah, menurutnya dari sisi guru yang divaksin Covid-19 ada sekitar 80 persen dari sekolah yang di bawah naungan Disdik Sumut.

"Tapi itu rata - rata karena ada yang sudah 100 persen gurunya telah divaksinasi seperti di Siantar. Di Deliserdang sekitar 80 persen guru divaksin sementara di Kota Medan sudah 80 persen lebih," ujarnya.

Selain itu, dikatakannya meski belajar tatap muka nanti berlangsung, tetap juga memperhatikan tren penyebaran Covid-19.

Selain vaksinasi guru, Disdik Sumut juga melakukan persiapan untuk pemantauan protokol kesehatan melalui unit kesehatan sekolah.

"Itu akan ditanggungjawabi oleh guru bimbingan konseling ditambah staf dan siswa terlatih. Itu persiapan kita sudah ada rata - rata di sekolah," sebutnya.

Meskipun ada Unit Kesehatan, ia katakan untuk mengawasi murid sampai ke luar sekolah tentu perlu pengawasan juga dari orangtua dan masyarakat untuk saling mengingatkan.

"Makanya kita sampai berkoordinasi juga dengan pemerintah setempat, puskesmas, agar ada pengawasan yang lebih lagi. Sebenarnya cuma itu yang masih kita takutkan. Karena kalau pengamanan di dalam sekolah saya yakin tidak ada masalah," ungkapnya.

Dia menjelaskan seluruh sekolah di bawah naungan Disdik Sumut rata - rata sudah disediakan unit kesehatan. Sebab, itu sudah menjadi kewajiban sekolah.

Hanya saja soal mutu, menurutnya, yang berbeda - beda, serta kelengkapannya. Misalnya ada yang sudah menyediakan perawat, tempat tidur dua unit, tapi itu semua tergantung sekolahnya.

"Sekolah kita ada lebih dari 2.000 an. Dalam waktu dekat juga kita melengkapi panduan belajar tatap muka. Ada bukunya dan disalurkan melalui unit kesehatan itu," tuturnya.

"Dari buku itu nanti yang mau diperbaharui misalnya kalau dulu harus 50 persen yang di kelas. Sekarang di kurangi jadi 25 persen," lanjutnya.

Sementara untuk siswanya apakah nantinya akan dilakukan Swab terlebih dahulu nanti akan didiskusikan terlebih dahulu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved