Khazanah Islam

Dua Surat Alquran Paling Agung, Kisah Pertemuan Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad

disampaikan dalam ceramah Buya Yahya, ketika mengisahkan perbincangan antara Malaikat Jibril dan Rasulullah Muhammad.

Tayang:
Penulis: Tulus IT | Editor: Dedy Kurniawan
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Satu di antara wisatawan melihat Al Quran tertua di Kota Medan yang terletak di dalam Masjid Raya Al Mashun yang terletak di Jalan Sisingamangaraja Nomor 61, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (31/7/2019). 

Yakni dimulai dengan basmalah menjadi ayat pertama dan shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdlubi alaihim waladzdallin menjadi ayat tujuh sebagai pemungkas surah.

Hal ini berdasarkan hadis Nabi Saw. dari Ibnu Abbas, bahwasannya Nabi saw. tidak mengetahui akhir suatu surah (untuk membedakan surah yang satu dengan yang lainnya) maka turunlah bismillahirrahmanir rahim. (HR. Abu Daud, al Baihaqi, dan Hakim berkata sanad hadis ini shahih).

Oleh karena itu, jika basmalah bukan bagian dari surah Al-fatihah, maka ayat pertama dari surah Al-fatihah adalah alhamdulillahirabil alamin, dan ayat ketujuhnya adalah ghairil maghdlubi alaihim waladl dlallin. Imam al Qurthubi menyebutkan bahwa surah Al-fatihah mempunyai 12 nama. Di antaranya adalah Alshalah, Alhamdu, Ummul kitab, Ummul Quran, Almatsani, Alquran al Adhim, alruqyah, Alasas, Alwafiyah, Alkafiyah, Alsab’ul Matsani dan Alsurah.

surah Al-Fatihah memiliki fungsi dan keutamaan dibandingkan surah-surah yang lainnya. Di antaranya adalah:

Pertama, Al-fatihah adalah surah terbaik yang belum diturunkan sebelumnya.

Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Ubay ibn Ka’ab bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak pernah menurunkan surah dalam kitab injil atau taurat yang seperti surah Alfatihah yakni al Sab’ul Matsani.” (H.R. Al Tirmidzi)

Kedua, surah Al-fatihah yakni surah yang paling agung dalam Alquran.

Hal ini sebagaimana suatu hari Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada Sa’ad ibn al Mu’alla, saya akan mengajarkan kepadamu surah teragung di dalam Alquran, yaitu Alhamdulillahi rabiil Alamin ia adalah al Sab’ul Matsani dan Alquran al Adzim yang diberikan kepadaku. (HR. Muslim)

Ketiga, surah Alfatihah merupakan rukyah.

Said al Khudri pernah bercerita, kami pernah berada dalam suatu perjalanan kemudian kami singgah, tiba-tiba datang seorang budak perempuan seraya berkata, kepala suku kami tersengat binatang, sedangkan orang-orang kami sedang tidak ada di tempat, adakah di antara kalian yang bisa me-rukyah-nya?

Lalu ada seseorang dari kami berdiri dan pergi bersamanya. Kami tidak menyangka sebelumnya bahwa dia bisa me-rukyah. Lalu orang itu membaca rukyah dan kepala suku pun sembuh.

Kepala suku itu memberinya tiga puluh ekor kambing sedangkan kami diberi minum susu. Setelah dia kembali kami pun bertanya, tidak ada yang aku baca dalam rukyah kecuali Ummul Kitab.

Sesampainya di Madinah kami mengadukan hal itu kepada Rasulullah Saw. Beliau bersabda, bagaimana bisa dia tahu bahwa Alfatihah merupakah rukyah? Bagi-bagilah kambing itu dan berikanlah kepadaku satu. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Keempat, penyempurna shalat. Dari Ubadah bin aS-Shamit, Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Alfatihah.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Kelima, obat sakit gila. Dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Ubay bin Ka’ab, dia bercerita; saat aku duduk di samping Nabi Saw. ada seorang Arab Badui mendatangi beliau. Dia berkata, “saya mempunyai seorang saudara yang sedang sakit.” Rasulullah Saw. bertanya, “apa sakitnya? Orang Arab Badui itu menjawab, “sakit gila.” Rasulullah Saw. memerintahkan, “kembalilah dan bawa dia kepadaku.” Lelaki itu pun beranjak pergi dan tak lama kemudian datang dengan membawa saudaranya. Dia menundukkan saudaranya di depan Nabi Saw.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved