JALAN Penghubung Dua Desa di Asahan Terputus akibat Terendam Banjir

Akibat hal tersebut, aktivitas warga terganggu untuk memanen hasil kebun. Banjir yang menggenangi jalan tersebut berarus deras.

TRIBUN MEDAN/ ALIF
KONDISI jalan yang terputus akibat banjir luapan Sungai Sakur di Kecamatan Rahuning yang mengakibatkan perekonomian warga desa Gunung Melayu terganggu, Jumat(2/7/2021). (TRIBUN MEDAN/ ALIF) 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Jalur penghubung Desa Rahuning 1 dan Gunung Melayu terputus akibat Terendam banjir.

Banjir tersebut bersumber dari luapan air sungai Sakur, Jumat(2/7/2021).

Kondisi jalan yang terputus akibat banjir luapan sungai Sakur di Kecamatan Rahuning yang mengakibatkan perekonomian warga desa Gunung Melayu terganggu, Jumat(2/7/2021). (TRIBUN MEDAN/ALIF)
Kondisi jalan yang terputus akibat banjir luapan sungai Sakur di Kecamatan Rahuning yang mengakibatkan perekonomian warga desa Gunung Melayu terganggu, Jumat(2/7/2021). (TRIBUN MEDAN/ALIF) (TRIBUN MEDAN/ALIF)

Akibat hal tersebut, aktivitas warga terganggu untuk memanen hasil kebun. Dari amatan Tribun-medan.com, banjir yang menggenangi jalan tersebut berarus deras.

Akibat arus tersebut, masyarakat yang hendak melintas mengurungkan niatnya karena takut terbawa arus.

Surya (32) warga Rahuning mengaku banjir tersebut datang pada pagi hari.

KONDISI jalan yang terputus akibat banjir luapan Sungai Sakur di Kecamatan Rahuning yang mengakibatkan perekonomian warga desa Gunung Melayu terganggu, Jumat(2/7/2021). (TRIBUN MEDAN/ ALIF)
KONDISI jalan yang terputus akibat banjir luapan Sungai Sakur di Kecamatan Rahuning yang mengakibatkan perekonomian warga desa Gunung Melayu terganggu, Jumat(2/7/2021). (TRIBUN MEDAN/ ALIF) (TRIBUN MEDAN/ ALIF)

"Tadi pagi air naik. Biasanya malam ini udah surut," ujar Surya saat ditemui oleh Tribun-medan.com di lokasi.

Lanjutnya, untuk aktivitas warga sangat terganggu.

Pasalnya hampir separuh dari masyarakat desa tersebut berpendapatan dari hasil berkebun.

"Kalau seperti ini ga bisa kerjalah. Mau lewat aja susah, airnya deras," ujar Surya.

Ia juga mengaku, perekonomian masyarakat pincang dikarenakan tidak dapat memanen sawit.

"Disini tukang dodos (pemanen) sawit, itupun punya orang," katanya.

Sementara Kepala Desa Gunung Melayu, Saiful Amri mengatakan selain desanya, terdapat beberapa desa lainnya yang berdampak dengan terputusnya jalan tersebut.

"Banyak lagi desa di belakang sana, tapi yang terdekat ya Desa Gunung Melayu dan Desa Perkebunan Gunung Melayu," katanya.

Untuk beraktivitas, masyarakat terpaksa memutar lebih jauh. Bahkan menurutnya jalan yang di lewati tidak efisien.

"Jauh, perbedaannya hampir satu jam kalau dari jalan alternatif," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved