JALAN Penghubung Dua Desa di Asahan Terputus akibat Terendam Banjir
Akibat hal tersebut, aktivitas warga terganggu untuk memanen hasil kebun. Banjir yang menggenangi jalan tersebut berarus deras.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Jalur penghubung Desa Rahuning 1 dan Gunung Melayu terputus akibat Terendam banjir.
Banjir tersebut bersumber dari luapan air sungai Sakur, Jumat(2/7/2021).
Akibat hal tersebut, aktivitas warga terganggu untuk memanen hasil kebun. Dari amatan Tribun-medan.com, banjir yang menggenangi jalan tersebut berarus deras.
Akibat arus tersebut, masyarakat yang hendak melintas mengurungkan niatnya karena takut terbawa arus.
Surya (32) warga Rahuning mengaku banjir tersebut datang pada pagi hari.
"Tadi pagi air naik. Biasanya malam ini udah surut," ujar Surya saat ditemui oleh Tribun-medan.com di lokasi.
Lanjutnya, untuk aktivitas warga sangat terganggu.
Pasalnya hampir separuh dari masyarakat desa tersebut berpendapatan dari hasil berkebun.
"Kalau seperti ini ga bisa kerjalah. Mau lewat aja susah, airnya deras," ujar Surya.
Ia juga mengaku, perekonomian masyarakat pincang dikarenakan tidak dapat memanen sawit.
"Disini tukang dodos (pemanen) sawit, itupun punya orang," katanya.
Sementara Kepala Desa Gunung Melayu, Saiful Amri mengatakan selain desanya, terdapat beberapa desa lainnya yang berdampak dengan terputusnya jalan tersebut.
"Banyak lagi desa di belakang sana, tapi yang terdekat ya Desa Gunung Melayu dan Desa Perkebunan Gunung Melayu," katanya.
Untuk beraktivitas, masyarakat terpaksa memutar lebih jauh. Bahkan menurutnya jalan yang di lewati tidak efisien.
"Jauh, perbedaannya hampir satu jam kalau dari jalan alternatif," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-jalan-yang-terputus-akibat-banjir-luapan-sungai-sakur.jpg)