Buah Naga

Mengenal Buah Naga, Tanaman Kaktus yang Memiliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Saat mekar penuh, buah naga menyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.

Tayang:
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pembudidaya buah naga menunjukkan daging buah naga yang sudah matang di kebun buah naga yang terletak di Desa Matang, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (18/7/2015) pagi. Budi daya buah naga di Kabupaten Sambas mengalami peningkatan, perbuahnya bisa mencapai delapan ons dengan kualitas A yang dijual Rp15 ribu per kilogramnya. Namun, untuk pemasarannya sendiri masih terkendala akses transportas sehingga susah untuk dijual ke kota-kota besar di Kalimantan Barat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dragon Fruit (Hylocereus sp.) merupakan tanaman jenis kaktus yang berasal dari Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Meksiko, namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia.

Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia Utara dan di Okinawa, dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Prancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah.

Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau.

Kebiasaan inilah yang membuat buah tersebut di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai Thang Loy (Buah Naga).

Istilah Thang Loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai Dragon Fruit (Buah Naga).

Tanaman yang awalnya dikenal sebagai tanaman hias ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi karena diyakini memiliki banyak manfaat.

Manfaat kulit buah naga untuk kesehatan pria
Manfaat kulit buah naga untuk kesehatan pria (HO / Tribun Medan)

Buah naga disebut juga sebagai buah mutiara naga karena terdapat bintik-bintik pada daging buahnya.

Buahnya berkhasiat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, mencegah kanker usus, penguat fungsi ginjal dan tulang, pelindung kesehatan mulut, pencegah pendarahan dan gejala keputihan, menguatkan daya kerja otak dan meningkatkan ketajaman mata.

Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90% dari berat buah.

Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Buah naga juga dapat disajikan dalam bentuk jus, sari buah, manisan, maupun selai atau beragam bentuk penyajian sesuai selera.

Secara umum buah naga juga mengandung zat besi 0,65 mg, vitamin B1 0,28-0,043 g, vitamin B2 0,043- 0,045 g, vitamin B3 0,297-0,43 g, dan vitamin C 8-9 g, selain itu juga memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 29 g, asam 0,139 g, protein 3 g, serat 7 g, kalsium 134,5 mg, fosfor 8,7 mg, magnesium 60,4 mg, vitamin C 9,4 mg.

Petani merawat tanaman buah naga (Hylocereus undatus) yang ditanam di bantaran sungai kawasan Lamreueng, Banda Aceh, Rabu (13/3/2013). Selain rasanya yang segar, buah dari tumbuhan jenis kaktus asal Amerika Tengah tersebut juga digunakan sebagai asupan pendamping bagi penderita penyakit kanker, kolesterol, stroke serta demam berdarah.
Petani merawat tanaman buah naga (Hylocereus undatus) yang ditanam di bantaran sungai kawasan Lamreueng, Banda Aceh, Rabu (13/3/2013). Selain rasanya yang segar, buah dari tumbuhan jenis kaktus asal Amerika Tengah tersebut juga digunakan sebagai asupan pendamping bagi penderita penyakit kanker, kolesterol, stroke serta demam berdarah. (SERAMBI/M ANSHAR)

Varietas Buah Naga

  • Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih.
  • Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah.
  • Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih.
  • Hylocereus costaricensis, buah naga dengan warna buah yang sangat merah.

Morfologi Secara morfologi tanaman ini termasuk tanaman tidak lengkap karena tidak memiliki daun yang mana hanya memiliki akar, batang dan cabang, bunga, buah serta biji.

Akar tumbuhan buah naga tidak hanya tumbuh di pangkal batang di dalam tanah tetapi juga pada celah-celah batang, yang berfungsi sebagai alat pelekat sehingga tumbuhan dapat melekat atau memanjat tumbuhan lain atau pada tiang penyangga.

Akar pelekat ini dapat juga disebut akar udara atau akar gantung yang memungkinkan tumbuhan tetap dapat hidup tanpa tanah atau hidup sebagai epifit.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved