ABK Asal Siantar Meninggal di Perairan Somalia, Keluarga di Siantar Mengadu ke Presiden

Rickyansyah Samosir (28) atau Riki Samosir, seorang Anak Buah Kapal (ABK) pencari ikan perusahaan asal China meninggal dunia di perairan Somalia.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Keluarga di Lorong XX Kelurahan Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar harap harap cemas jenazah ABK Riki Samosir dipulangkan, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Rickyansyah Samosir (28) atau Riki Samosir, seorang Anak Buah Kapal (ABK) pencari ikan perusahaan asal China meninggal dunia di perairan Somalia.

Keluarga Ricky di Lorong XX, Kelurahan Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar berharap agar jenazah Riki dibawa pulang ke rumah sehingga dapat dikebumikan oleh keluarga secara semestinya.

Rama Uli, salah seorang keluarga bercerita, Riki bekerja di PT Raja Crew Atlantik (RCA) yang berkantor di Tegal pada Juni 2019. Di perusahaan itu, Riki belajar selama kurang lebih tiga bulan untuk mendapatkan buku pelayarannya.

"Jadi bulan Oktober 2019, Riki berangkat ke Singapura menuju kapal tempatnya bekerja. Riki bekerja di Kapal bernama Taihong 6 dengan kontrak kerja selama 2 tahun," katanya.

Sejak hari keberangkatan itulah Riki tidak bisa lagi dihubungi. Keluarga tidak mendapat informasi lagi karena pihak perusahaan sempat menyampaikan tidak ada jaringan di tengah laut.

Riki sendiri melalui perusahaannya sempat mentransfer uang gaji ke rekening keluarga pada Juni 2020 sekitar Rp 10 juta dan April 2021 sebesar Rp 10,5 juta. Uang tersebut diberikan Riki untuk ibunya.

"Waktu pertama kali dia kirim gaji, nangis nangis mamak kami meraung-raung dengan rasa bersyukur. Tapi setelahnya kabarnya tak ada lagi," terang Rama.

Namun suka cita itu tak lama dirasakan keluarga. Ibunda meninggal dunia, sementara Riki masih tetap tak bisa dihubungi.

"Saya juga sudah menghubungi pihak perusahaan agar bisa mendapatkan sedikit kabar tentang paraman (keponakan) saya. Tapi, pihak kapal mengungkapkan bahwa tidak ada jaringan dan tidak ada hasil yang kami dapatkan," ungkap Rama.

Hingga akhirnya, pada 29 Juni 2021 sekira pukul 11.00 WIB, keluarga tiba tiba dihubungi untuk memberitahukan kematian Riki. Riki dikabarkan meninggal dengan kondisi sakit pencernaan.

Rama mengatakan, dari informasi yang mereka peroleh, Riki yang sakit sempat dipindahkan ke Kapal Taixiang 11 untuk mendapatkan perawatan medis. Riki dipindahkan ke kapal itu pada 12 Juni 2021.

"Dan pada tanggal 28 Juni pukul 02.12 WIB, paraman saya sudah meninggal," ucap Rama didampingi kakak kandung Riki.

Mirisnya lagi, meski sudah meninggal dunia, jenazah Riki tidak bisa dipulangkan ke rumah duka di Jalan Tangki, Kecamatan Martoba, dengan alasan pandemi Covid-19. Keluarga juga mendapat tawaran dari seseorang agar keluarga menyetujui jenazah Riki dibuang ke laut.

Jenazah Riki Samosir masih di Perairan Somalia

Sementara itu, Sondang Samosir menyampaikan bahwa informasi terakhir jenazah adiknya ada di perairan Somalia. Pihak keluarga pun sudah mengadu ke Presiden RI Joko Widodo hingga Kedubes China di Jakarta.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved