SINABUNG dan Curah Hujan Tinggi, PVMBG Wanti-wanti Potensi Banjir Lahar Dingin
Selain itu, Kabupaten Karo juga memiliki potensi bencana lainnya yang bersumber dari Gunung Sinabung.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
Curah Hujan Tinggi, PVMBG Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir Lahar Dingin
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Beberapa waktu terakhir, curah hujan di seputar provinsi Sumatera Utara, khususnya di wilayah Kota Medan dan sekitarnya cukup tinggi.
Hampir setiap hari, pihak dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah I Medan, mengeluarkan peringatan dini tentang cuaca di Sumatera Utara.
Dari beberapa waktu terakhir, peringatan dini tentang prakiraan cuaca ini selalu dibenarkan dengan seringnya hujan mengguyur di wilayah yang diberi peringatan.
Satu di antara wilayah yang cukup sering diguyur hujan ialah, Kabupaten Karo.
Menanggapi hal ini, tentunya dengan curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan berbagai potensi bencana terlebih di kawasan yang berada di ketinggian.
Selain itu, Kabupaten Karo juga memiliki potensi bencana lainnya yang bersumber dari Gunung Sinabung.
Melihat kondisi ini, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra kembali mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi bencana terutama banjir lahar dingin. Dirinya mengatakan, untuk daerah yang berpotensi untuk dilintasi oleh lahar dingin ini masih sama yaitu di sekitar aliran sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung.
"Untuk potensi apalagi di musim hujan ini masih sama yaitu yang harus diwaspadai ialah banjir lahar dingin. Untuk arah aliran masih sama, mengarah ke kawasan Kecamatan Tiganderket," ujar Armen, Minggu (4/7/2021).
Armen menjelaskan, untuk potensi banjir lahar dingin memang tergantung dengan seberapa besar curah hujan dan seberapa lama hujan terjadi di kawasan puncak Gunung Sinabung. Dirinya menyebutkan, sampai saat ini memang pihaknya melihat dari curah hujan yang ada, belum terlalu berdampak besar pada debit air yang dapat membawa material.
"Sampai sekarang kita lihat masih cukup normal. Tapi kita juga tetap harus waspada," ucapnya.
Ketika ditanya mengenai material apa saja yang ada di badan Gunung Sinabung, Armen menjelaskan jika sampai saat ini material dari letusan dan guguran beberapa waktu lalu, menyisakan bebatuan kerikil dan pasir. Sehingga, jika nantinya banjir lahar dingin terjadi akibat derasnya guyuran hujan, akan membawa material berupa pasir dan kerikil tersebut.
"Untuk materialnya masih didominasi pasir," katanya.
Lebih lanjut, Armen menjelaskan sampai saat ini aktivitas dari Gunung Sinabung masih terus fluktuatif. Dirinya mengatakan, sampai saat ini pihaknya melihat aktivitas didominasi oleh gempa hybrid yang dapat berpotensi menumbuhkan kubah lava.
"Sampai saat ini, masih didominasi dengan pertumbuhan kubah lava, dan hampir setiap malam kita lihat ada titik merah yang menandakan pertumbuhan kubah lava," ungkapnya.
Untuk volume kubah lava sendiri, dirinya menjelaskan jika untuk secara pasti belum dapat diukur terlebih pascaerupsi sekitar bulan April lalu.
Namun, pihaknya memperkirakan jika volume kubah lava mencapai tiga hingga 3,5 juta kubik.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aliran-lahar-dingin-meluap-di-jembatan-sungai-di-kawasan-kecamatan-tiganderket.jpg)