Breaking News:

Civitas Academica Unika Santo Thomas Raih Program Transfer Kredit Internasional dan Hibah Penelitian

Program Transfer Kredit Internasional merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Dok. Universitas Katolik Santo Thomas
KAMPUS Universitas Katolik Santo Thomas Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Civitas academica Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan yang terdiri dari 10 mahasiswa dan satu dosen meraih berbagai prestasi akademik di tahun 2021.

Prestasi akademik yang diraih 10 mahasiswa Unika Santo Thomas Medan adalah sebagai penerima bantuan pemerintah Program Transfer Kredit Internasional 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi . Total sebanyak 113 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia menerima bantuan program ini.

Ke-10 mahasiswa tersebut adalah Kevin Dwi Guna Sihite (Sastra Inggris), Irfandi Johartua Dabukke (Sastra Inggris), Femenana Sinaga (Sastra Inggris) Andreas B Graciella Gurning (Sastra Inggris), Grace Saragih (Sastra Inggris), Putri Helentina Marpaung (Sastra Inggris), Tasiana Indun Nainggolan (Sastra Inggris), Abigail Victoria Tobing (Sastra Inggris), Teresia Lesiana Sianturi (Teknik Sipil), dan Jodie Daniel Damanik (Ilmu Hukum).

“Prestasi ini sangat membanggakan Unika Santo Thomas Medan, mengingat program Transfer Kredit Internasional ini diikuti seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan terlebih dahulu mengajukan proposal. Yang membanggakan lagi, jumlah 10 mahasiswa yang menerima program ini menjadikan Unika Santo Thomas sebagai salah satu perguruan tinggi penerima program dalam jumlah besar,” kata Rektor Unika Santo Thomas Medan, Sihol Ditungkir dalam keterangan persnya yang diterima  Tribun-Medan.com, Senin (5/7/2021).

Program Transfer Kredit Internasional merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk memfasilitasi mahasiswa dalam upaya menguatkan dan menambah kompetensi melalui program studi lain atau perguruan tinggi lain di luar negeri untuk mempersiapkan mahasiswa dengan kompetensi global .

Selain itu juga sebagai salah satu upaya dalam mengantisipasi derasnya persaingan global dalam berbagai aspek. Pada tahun 2021 ini, pelaksanaan transfer kredit internasional masih dilakukan secara daring (full online).

Selain 10 mahasiswa yang meraih prestasi internasional, satu orang dosen Unika Santo Thomas yakni Patri  Janson Silaban meraih Hibah Dana Penelitian/Conference Studi Doktoral dari Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (Aptik). Patri yang merupakan Ketua Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) meraih hibah sebesar Rp 10 juta.

Baca juga: Kampus 2 Unika Santo Thomas Medan Diresmikan, Jadi Tempat Kuliah Kelas Karyawan dan Eksekutif

“Program hibah dana penelitian ini ditujukan khusus bagi dosen anggota APTIK yang sedang studi doctor dan telah mengajukan aplikasi untuk mendapatkan hibah dana penelitian (conference). Program ini bertujuan mendukung perkembangan sumber daya dosen berkualifikasi S3 yang bermutu dan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi APTIK,” kata Sihol.

Sihol mengatakan, sebagai pimpinan kampus, dirinya mengapresiasi prestasi-prestasi gemilang yang telah diraih civitas academica Unika Santo Thomas tersebut. Kepada 10 mahasiswa dan satu dosen, dirinya mengharapkan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya sehingga nama baik almamater tertap harum dan terjaga baik di kancah nasional maupun internasional.

“Semoga prestasi ini menjadikan kampus Unika Santo Thomas semakin diperhitungkan dan menjadi pilihan anak-anak muda untuk menimba ilmu yang berkualitas. Kita juga berharap, prestasi-prestasi ini menjadi semangat bagi civitas academica Unika Santo Thomas lainnya untuk meraih prestasi serupa ataupun meraih prestasi dari program-program Kemendikbudristek lainnya,” kata Sihol.(*/top/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved