Info Kesehatan
Kenali Apa Itu Saturasi Oksigen Rendah pada Pasien Covid-19, Berikut Ini Ciri-cirinya
Saturasi oksigen yang terlalu rendah bisa berbahaya pada organ penting seperti otak, hati, jantung, dan organ vital lainnya.
TRIBUN-MEDAN.com - Saturasi oksigen adalah salah satu hal yang paling dipantau pada pasien Covid-19.
Secara medis, saturasi oksigen adalah kadar oksigen dalam darah.
Oksigen dibutuhkan untuk proses pernapasan dan dialirkan dalam darah ke seluruh tubuh.
Saturasi oksigen yang terlalu rendah bisa berbahaya pada organ penting seperti otak, hati, jantung, dan organ vital lainnya.
Menurut istilah medis, saturasi oksigen rendah atau kekurangan oksigen dalam darah dikenal dengan hipoksemia.
Pasien Covid-19 dikatakan kekurangan oksigen saat kadar oksigennya di bawah 90 persen.
Selain itu, seseorang juga disebut kekurangan oksigen apabila kadar oksigen darah dari hasil pengukuran analisis gas darah kurang dari 75 mmHg.
Kadar oksigen dalam darah di bawah 60 mmHg menunjukkan kondisi kekurangan oksigen sangat parah dan penderita membutuhkan oksigen tambahan.
Penyebab saturasi oksigen rendah
Selain Covid-19, seseorang kekurangan oksigen saat berada di pegunungan atau dataran tinggi yang memiliki tingkat oksigen rendah.
Saturasi oksigen rendah juga bisa disebabkan karena penyakit gangguan pernapasan, seperti:
- Asma
- Emfisema
- Bronkitis
- Radang paru-paru
- Pneumotoraks
- Sindrom gangguan pernapasan akut
- Edema paru
- Fibrosis paru
Selain itu, penyebab kekurangan oksigen lainnya antara lain:
- Infeksi virus seperti Covid-19
- Anemia
- Gangguan tidur apnea
- Merokok
- Penyakit jantung
- Keracunan sianida
- Tanda saturasi oksigen rendah
Melansir artikel di Kompas.com dengan judul "13 Tanda Tubuh Kekurangan Oksigen yang Pantang Disepelekan", kadar oksigen dalam darah yang rendah dapat mengganggu sirkulasi darah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-sesak-napas.jpg)