News Video
Cinta Ditolak, Rumah Pujaan Hati di Desa Pinangripan Asahan Dibakar Mantan Pacar
Rumah tersebut milik Pairin (56), dimana dalam keterangannya, anaknya sempat mendapatkan ancaman dari seorang pria yang bukan lain adalah mantan
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
Cinta Ditolak, Rumah Pujaan Hati di Desa Pinangripan Asahan Dibakar Mantan Pacar
TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Cinta ditolak, bensin bertindak terjadi di Dusun II, Desa Pinangripan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.
Rumah tersebut milik Pairin (56), dimana dalam keterangannya, anaknya sempat mendapatkan ancaman dari seorang pria yang bukan lain adalah mantan kekasih anaknya Fitriani (26).
Dalam keterangan Fitriani, Ia sempat mendapatkan ancaman dari pria tersebut untuk membakar rumah milik orang tuanya.
"Kemarin, saya melihat dia sempat membawa botol berisikan bensin, kemudian dia bilang akan membakar rumah ayah. Katanya rumah diatas (milik ayahnya) kalau terbakar, dialah pelakunya," ujar Fitriani saat di wawancarai oleh Tribun-Medan.com.
Menurutnya, selain ancaman secara langsung, Fitriani juga mendapatkan ancaman berupa pembunuhan dan menyiksa orang terdekatnya.
"Diancamnya, bilangnya orang yang tersayang akan di siksa dan menunggu ajal yang menjawab," ujarnya menerangkan tulisan pesan singkat whatsapp tersebut.
Tak lama ancaman tersebut, rumah milik ayahnya yang berbahan semi permanen itupun langsung terbakar beserta isinya.
Saksi mata Erni (36), yang merupakan kakak kandung Fitriani melihat kejadian tersebut secara langsung. Sebab rumah miliknya yang bersebelahan dengan rumah ayahnya tersebut melihat seorang pria yang diduga mantan pacar adiknya S (28).
"Waktu itu kejadian diperkirakan pukul 21.30 wib, Jumat(2/7/2021). Saya baru nutup pintu. Kemudian, saya mendengar ada suara sepeda motor berhenti dan melihat diluar terang. Ternyata rumah ayah terbakar," ujarnya.
Dalam keterangannya, ia melihat seorang terduga pelaku mengendarai sepeda motor jenis jupiter. "Laki-laki, naik Jupiter. Dia siap saya buka pintu, langsung kabur kearah tinggi raja," jelasnya.
Lanjutnya, dikarenakan rumahnya tempat paling ujung, sehingga untuk pertolongan pertama sulit didapat.
"Rumah kami paling ujung, jadi susah untuk minta pertolongan," jelasnya.
Saat kejadian tersebut, Erni menjelaskan tidak terdapat korban pasalnya ayahnya yang sedang sakit, berada di rumah adiknya.
"Tidak ada, rumah ini kosong, ayah dirumah adik untuk berobat," jelasnya.
Ia mengatakan, telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat, dengan harapan si pelaku dapat segera tertangkap dan diberikan hukuman yang setimpal.
(cr2/tribun-medan.com)