Viral Medsos

Hanya Modal Tato Romantis, Pria Pengangguran Asal Afghanistan Rebut Istri Juragan Emas: ATM Berjalan

Demi Pria Selingkuhan yang Pengangguran, VLH tega membuat skenario pembunuhan suaminya. Bahkan sang istri awalnya mengaku suaminya korban perampokan.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA
Demi Pria Selingkuhan yang Pengangguran, VLH tega membuat skenario pembunuhan suaminya. Bahkan sang istri awalnya mengaku kalau suaminya adalah korban perampokan saat akan pulang ke rumah. VLH bahkan mengaku diancam pisau oleh empat orang. Polisi memastikan, kronologi yang dijabarkan VLH sebelumnya adalah bohong. 

Demi Pria Selingkuhan yang Pengangguran, VLH tega membuat skenario pembunuhan suaminya. Bahkan sang istri awalnya mengaku kalau suaminya adalah korban perampokan saat akan pulang ke rumah. VLH bahkan mengaku diancam pisau oleh empat orang. Polisi memastikan, kronologi yang dijabarkan VLH sebelumnya adalah bohong.

TRIBUN-MEDNA.COM - Pelaku pembunuhan juragan emas, Nasruddin alias Acik, ternyata seorang pengangguran.

MM (24) yang berasal dari Afghanistan mengaku cinta pada istri Acik, VLH.

VLH yang terbuai rayuan MM, bahkan rela dijadikan sebagai ATM berjalan.

MM sendiri baru tiba di Papua pada awal tahun 2021.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav Urbinas menerangkan, MM dan VLH menjalin kasih mulai Januari 2021.

“Kedua sudah berhubungan sejak Januari,” ujar Kombes Pol Gustav Urbinas seperti dikutip dari Tribun Papua.

Selama berada di Papua, MM sama sekali tak punya pekerjaan.

Ia bahkan menggantungkan hidupnya pada istri Acik, VLH.

“Intinya selama ini laki-laki ini pengangguran, sehingga menggantungkan hidupnya ke perempuan,” kata Kombes Pol Gustav Urbinas.

Malahan sesaat sebelum menghabisi nyawa Acik di Jalan Hanurata, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua pada Senin (28/6/2021), MM juga sempat meminta uang pada VLH.

“Kami akan periksa ATM MM untuk melihat transaksi uang dari istri korban,” ujarnya.

MM dan VLH bekerja sama menyusun rencana menghabisi nyawa Acik.

Menurut Kombes Pol Gustav Urbinas, MM dan VLH menyusun rencana menghabisi nyawa Acik sejak bulan Februari 2021.

"Baru terlaksana pada 28 Juni 2021," kata Kombes Pol Gustav Urbinas.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved