News Video

Istri Histeris Lihat Suaminya Zufrizal Tergeletak Tewas Terlindas Kereta Api di Dekat Thamrin Plaza

Ia terlihat terhuyung-huyung nyaris pingsan saat mendapatkan kabar, beruntung kedua anaknya menopang ibunya tersebut dan menangis bersama-sama.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: heryanto

Istri Histeris Lihat Suaminya Zufrizal Tergeletak Tewas Terlindas Kereta Api di Dekat Thamrin Plaza

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Fatmawati Istri pemulung yang tewas tergilas kereta api histeris melihat suaminya Zufrizal (37) sudah tergeletak di perlintasan rel Jalan Kalianda, Kota Medan tepatnya di depan Thamrin Plaza, Selasa (6/7/2021).

Tubuh korban terlihat sudah dibungkus dengan kantong jenazah dengan berlumuran darah. Fatma terlihat menangis sejadi-jadinya di sebelah mayat suaminya.

Ia terlihat terhuyung-huyung nyaris pingsan saat mendapatkan kabar, beruntung kedua anaknya menopang ibunya tersebut dan menangis bersama-sama.

Zufrizal meninggalkan dua orang anak perempuan yang masih kecil berumur sekitar 7 tahun.

"Ada yang bilang tadi ke saya, terus saya liat dia (korban) sudah tergeletak," ungkap Fatmawati sambil menitihkan air mata.

Ia menyebutkan dirinya dan suami berasal dari Kota Lhokseumawe dan baru sebulan menetap di Jalan Kalianda, tepatnya di pinggiran rel kereta api.

"Kami kerja disini cari duit, nyari botot. Kami tinggal di perumahan di bantaran rel kereta api ini," sebutnya.

Setelah ini, ia berencana membawa jenazah suaminya ke Aceh untuk dikebumikan.

Ia juga meminta bantuan pemerintah setempat untuk bisa membawa suaminya ke kampung halamannya.

"Rencana dibawa ke Aceh cuma saya tanya dulu sama keluarganya disana. Kami mohon," pungkasnya.

Saksi mata Lili menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB dimana korban tertabrak kereta api dari jurusan Medan menuju arah Siantar.

Dimana korban baru saja membeli rokok dari seberang rel kereta api dengan berjalan dan tiba-tiba saat pulang korban sudah tersambar dan dalam keadaan sekarat.

"Saya diujung sana tidak melihat langsung. Waktu kejadian belum meninggal dia masih kejang-kejang. Dia lewat disamping rel habis beli rokok. Dia warga sini dulu tapi sempat balik ke aceh. Terus balik lagi kemari," ungkapnya.

Saksi lainnya bermarga Pasaribu mengaku sebelum kejadian ia dan korban baru saja bertemu dan sesaat saja ternyata rekannya tersebut telah meninggal.

"Sebelum tabrakan kami duduk disitu, aku pergi ke kedai. Dia posisinya beli rokok. Keluar aku beli nasi, kulihat ada orang tidur. Ku tengok rupanya dia (Korban)," tuturnya.

Tak lama, mobil ambulans RS Bhayangkara tiba di lokasi dan membawa jenazah.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved