Breaking News:

SMP Muhammadiyah 1 Medan Optimistis Sambut Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi

SMP 1 Muhammadiyah Medan yang beralamat di Jl Demak, Medan menyatakan sudah mempersiapkan segala sesuatu sesuai anjuran pemerintah.

Penulis: Risky Cahyadi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com/RISKI CAHYADI
PEMBELAJARAN DARING - Guru dan siswa SMP melakukan kegiatan belajar mengajar saat uji coba di SMP Muhammadiyah I, Jalan Demak, Medan, Selasa (6/7)). Pemerintah Kota Medan mengambil kebijakan pada tahun ajaran baru 2021/2022 dilakukan secara daring yang akan berlangsung pada 12 Juli 2021 mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - SMP Muhammadiyah 1 Medan optimisti menyambut tahun ajaran baru 2021/2022 mengikuti protokol kesehatan ketat sesuai anjuran pemerintah jika pembelajaran tatap muka (PTM) diperbolehkan. Meskipun PTM diundur, SMP 1 Muhammadiyah Medan yang beralamat di Jl Demak, Medan menyatakan sudah mempersiapkan segala sesuatu sesuai anjuran pemerintah pada masa pandemi Covid-19.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Medan, Paiman mengatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan seleksi penerimaan siswa baru. Pada gelombang pertama yang dilaksanakan, Senin (5/7/2021) dan Selasa (6/7/2021), calon siswa yang mengikuti seleksi sebanyak 332 orang.

Sedangkan pada hari Sabtu (10/7/2021), 20 calon siswa mengikuti seleksi gelombang kedua sekaligus sebagai penutupan pendaftaran.

"Sesuai anjuran pemerintah, total kita hanya menerima 352 dan kita patuhi itu," katanya.

Paiman mengatakan, pihaknya berharap kepada pemerintah, agar memperbolehkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan syarat Prokes yang sangat ketat. Menurutnya, ketika belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap muka, sangat terasa efeknya terhadap perilaku anak.

Baca juga: BERITA FOTO SMP Muhammadiyah I Optimis Dengan Pembelajaran Tatap Muka Dengan Prokes Ketat

“Kepatuhan masyarakat juga tidak terlepas dari perilaku. Guru juga kita harapkan agar tetap mengedepankan prokes karena mereka merupakan contoh kepada anak-anak karena digugu dan ditiru, didengar dan dicontoh perbuatannya. Guru juga dapat meningkatkan tanggungjawabnya kepada orangtua yang menyekolahkan anaknya di SMP Muhammadiyah 1 Medan ini," katanya.

Pihak sekolah, kata Paiman juga berharap jumlah anak-anak berprestasi akan lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya. Dikatakannya, siswa SMP Muhammadiyah 1 Medan pernah meraih juara MTQ Nasional tingkat anak-anak, juara II Olimpiade Matematika Internasional di Singapura, juara PON Remaja Pertama cabang pencak silat dan lain-lain.

Terhadap siswa, Paiman berharap seluruh siswa tidak kendor dalam menjalankan prokes karena itu bagian dari ikhtiar dan usaha. "Harus ada ikhtiar, doa dan tawakkal. Semakin menuntut ilmu, maka akan ditinggikan derajatnya dan dimudahkan urusan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) SMP Muhammadiyah 1 Medan, Samidi mengatan, pihak sekolah sudah menyiapkan segala hal terkait tahun ajaran baru, baik secara daring, luring, maupun PTM.

"Fasilitas kita juga maksimal, untuk pembelajaran secara daring dan luring. Perangkat secara software maupun hardware dan internet sudah maksimal. Prokes juga ketat sesuai anjuran pemerintah yakni menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan lain-lain,” katanya.(sky/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved