Breaking News:

Warga Minta Bupati Serdangbedagai Ambil Tindakan Terhadap Kades Pemalsuan Ijazah

Ikhwan menyebut sampai sekarang, Suhardi masih menjalankan fungsinya sebagai Kades karena sejak kasus bergulir di kepolisian.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
HO
Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya dan Adlin Tambunan menghadiri acara syukuran pembangunan jalan yang dibuat oleh warga beberapa waktu lalu.  

TRIBUN-MEDAN.com, SERDANGBEDAGAI- Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Darma Wijaya hingga saat ini belum mengambil tindakan tegas terhadap oknum Kepala Desa (Kades) Blok 10 Kecamatan Dolok Masihul, Suhardi.

Seperti diketahui, Suhardi saat ini statusnya sudah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Seirampah karena dilaporkan masyarakatnya atas dugaan pemalsuan ijazah saat mendaftar sebagai Kades. 

Baca juga: DEMI Turunkan Covid-19 yang Menggila, Tim Satgas Patroli saat Hujan Deras, 2 Pelaku Usaha di BAP

Karena hal ini beberapa masyarakat pun mendesak agar bupati bisa bersikap profesional karena aturan untuk melakukan pemberhentian sementara sudah memang harus dilakukan sesuai regulasi. 

Saat diwawancara salah warga Blok 10 yang melaporkan kasus ini ke polisi pun mengaku kecewa dengan Bupati Darma Wijaya. 

"Kenapa Bupati melindungi sedemikian rupa?. Nggak ada diberhentikan sementara inikan namanya melindungi karena sudah berstatus terdakwa dia.

Di Undang-Undang Desa itu sudah diatur kalau statusnya terdakwa Kepala Desa itu harus diberhentikan sementara. Sampai sekarang nggak dia masih menjabat,"ujar Muhammad Ikhwan Selasa, (6/7/2021). 

Ikhwan menyebut sampai sekarang, Suhardi masih menjalankan fungsinya sebagai Kades karena sejak kasus bergulir di kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka dirinya tidak pernah ditahan di dalam rumah tahanan (Rutan). 

Baca juga: ZUFRIZAL Diserempet Kereta Api saat Berjalan di Rel seusai Pulang Membeli Rokok, Tewas di Tempat

Dijelaskan kalau Suhardi dilaporkannya ke polisi karena diduga memalsukan ijazah paket B untuk kepentingan pendaftaran sebagai calon Kades.  

Sepengetahuan warga, Suhardi selama ini hanya lulusan SD sebenarnya. 

"Awal pertama kali ceritanya itu setelah duduk, ijazah itu beredar di masyarakat. Jadi Ijazah Paket B nya itu kita lihat dikeluarkan dari Medan dan saya pun sempat menyurati Dinas Pendidikan Medan dan ternyata dibalas surat saya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved