Ramai-ramai Selebritas Beli Klub Sepakbola, Ini Wejangan dari Pelatih Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mendukung kehadiran para figur publik dalam industri sepak bola Indonesia.

Tayang:
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Chairman RANS Cilegon FC, Raffi Ahmad (kiri) dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, sedang berpose dalam pertemuannya di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, 27 Mei 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com, BANDUNG - Beberapa tokoh yang masuk kategori selebritas meramaikan jagad sepakbola Tanah Air.

Mulai Kaesang Pangarep hingga Raffi Ahmad, para pesohor (selebritas) negeri ini mulai berinvestasi dalam bisnis sepak bola dengan mengakuisisi saham mayoritas kesebelasan.

Kaesang Pangarep menjadi pemilik saham mayoritas Persis Solo. Putra Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, itu tidak sendiri dalam mengakuisisi saham klub berjulukan Laskar Sambernyawa itu.

Kaesang berkongsi pula dengan pengusaha Erick Thohir dan Kevin Nugroho. Raffi Ahmad mengakuisisi saham mayoritas Cilegon United.

Klub berjulukan The Volcano itu berubah identitas menjadi RANS Cilegon FC setelah saham mayoritasnya diambil alih Raffi.

Langkah Kaesang dan Raffi kemudian diikuti oleh Atta Halilintar, yang mengakuisisi saham PSG Pati.

Juga, ada Gading Marteen yang mengakuisisi mayoritas saham klub Liga 3, Persikota Tangerang.

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts, mendukung kehadiran para figur publik dalam industri sepak bola Indonesia.

CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep tampil beda dalam pertemuan virtual Piala Wali Kota Solo 2021, Jumat (11/6/2021). CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep ikut hadir dalam sesi jumpa pers Piala Walikota Solo 2021.
CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep tampil beda dalam pertemuan virtual Piala Wali Kota Solo 2021, Jumat (11/6/2021). CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep ikut hadir dalam sesi jumpa pers Piala Walikota Solo 2021. (Tangkapan layar Zoom Meeting Piala Wali Kota Solo)

Menurut Robert, kehadiran mereka bisa berdampak positif bagi kemajuan industri sepak bola Tanah Air.

"Dalam hal ini banyak klub dari Liga 2 beralih kepemilikan dan itu artinya mereka punya niat bagus untuk meningkatkan standar klub di sepak bola Indonesia dan membentuk tim yang tangguh," kata Robert kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Robert berharap, kehadiran para pesohor dalam industri sepak bola Indonesia bukan hanya fenomena sesaat.
Oleh karena itu, Robert menyarankan, para investor baru itu didampingi pula oleh orang yang sudah berpengalaman dalam mengurus bisnis sepak bola.

Menurut Robert, mengurus klub sepak bola bukanlah perkara mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan.

Oleh karena itu, keberadaan sosok berpengalaman dalam mengurus tim sepak bola sebaiknya ada dalam lingkup manajerial kesebelasan yang baru diakuisisi oleh para pesohor itu.

"Itu tidak terlalu penting soal memiliki klub, tapi yang penting adalah bagaimana menjalankan klub tersebut."

"Karena kepemilikan tidak berarti kamu menjalankan klub," tutur Robert.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved