Breaking News:

Becak pun Sudah Sulit Melintas, Pihak Kecamatan Perbaungan Segera Tertibkan PKL di Beberapa Titik

Banyak lagi PKL di jalan lain di kawasan Perbaungan yang juga ikut mendapatkan surat pemberitahuan yang sama.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
PEDAGANG kaki lima (PKL) di Jalan Kenanga Perbaungan berkumpul karena saat ini mereka mendapatkan surat dari pihak kecamatan untuk membongkar lapak dagangannya sendiri, Kamis (8/7/2021).(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.com, SEIRAMPAH - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di beberapa titik di wilayah Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyampikan kegelisahannya, Kamis (8/7). Pihak Kecamatan melalui Kelurahan Simpang Tiga Pekan sudah menyampaikan surat berisi larangan berjualan di tepi badan jalan kepada para PKL pada hari Rabu (7/7). Dalam surat pemberitahuan, diminta kepada para PKL untuk membongkar lapak dagangannya dalam waktu 7 x 24 jam.

Jika memang tidak diindahkan, maka akan dilakukan penertiban oleh Satpol PP. Tertulis dalam surat, larangan berjualan di tepi badan jalan sudah sesuai dengan Perda nomor 25 tahun 2008 tentang ketertiban umum dan ditandatangani oleh Camat Perbaungan, Muhammad Fahmi. Sejumlah PKL yang berada di Jl Kenanga Perbaungan mengaku sudah mendapatkan surat dari pihak Kecamatan. Besar harapan pedagang agar kebijakan itu bisa dipertimbangkan kembali mengingat jumlah mereka ada ratusan orang.

"Kalau kami digusur mau kemana kami cari makan lagi. Di sininya tempat kami mencari makan selama ini. Sekarang jualan saja sudah susah semenjak Corona ini. Jualan sepi," ujar seorang pedagang, Nurjuhan alias Kak Jo.

Pantauan Tribun Medan, saat ini Jl. Kenanga sudah tidak bisa lagi dilintasi oleh kendaraan roda empat. Bahkan roda tiga seperti becak sudah sulit untuk melintas. Hal ini lantaran lapak-lapak pedagang dibuat dengan semi permanen di bagian tengah jalan. Kondisi ini sudah hampir 20 tahun lamanya terjadi.

Sejumlah pedagang yang diwawancarai mengakui kalau disaat hujan lokasi menjadi becek bahkan banjir. Meski demikian pedagang mengaku masalah itu masih bisa mereka tangani karena parit di sekitar lokasi juga masih berfungsi. Pedagang mengaku hal yang paling mereka dukung dari Pemerintah saat ini adalah renovasi.

" Kalau mau dirapikan lokasi ini kami terima dan kami akan lakukan semaksimal mungkin. Kalau bisa janganlah dibongkar lapak kami, orang kecilnya kami ini. Uang kebersihan kami bayarnya termasuk uang jaga malamnya," kata pedagang lainnya, Rahma Utami.

Informasi yang dikumpulkan selain PKL di jalan Kenanga, banyak lagi PKL di jalan lain di kawasan Perbaungan yang juga ikut mendapatkan surat pemberitahuan yang sama. Yakni di di Jalan Deli, Jalan Mawar bahkan depan Jalinsum depan Kantor Camat seperti pedagang depan lapangan Sergai Walk. Karena terancam akan tergusur mereka pun sempat menyinggung soal dukungan saat Pilkada lalu.

Baca juga: Camat Perbaungan Kukuh Tertibkan PKL: Aku Enggak Peduli Siapa di Belakangnya

"Kami ini pemilih Darma Wijaya untuk jadi Bupati kemarin itu. Kenapa kami orang kecil dilakukan seperti ini. Maunya mengayomilah Bupati itu, rakyat jangan diresahkan dalam arti inikan menyangkut Hak Azasi Manusia (HAM). Di sini makan kami, nggak ada tempat kalau nggak di sini, mau kemana kami," ucap Samsul Bahri Gultom, seorang pedagang Sergai Walk.
Rencana Pemkab Sergai khususnya pihak Kecamatan Perbaungan untuk menata kawasan Kecamatan Perbaungan ini kini menjadi pro dan kontra di beberapa kalangan pedagang. Khusus pedagang yang punya ruko mereka ada yang mendukung kalau PKL direlokasi. Hal itu lantaran barang dagangannya tampak kurang terpandang mata oleh pembeli.

" Ya pantas juga direlokasi ke Pajak Baru mereka ini (Pasar Baru). Di sini kan udah bertahun-tahun orang nggak bisa jalan. Biar bagus (tertata), cocoklah memang dipindahkan," kata David, pedagang di Jl Kenanga.

Tolerir Tenda Bongkar Pasang
CAMAT Perbaungan, Muhammad Fahmi saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya melalui Kelurahan Simpang Tiga Pekan sudah menyurati para PKL. Dijelaskannya, pada dasarnya pihaknya tidak pernah melarang pedagang berjualan hanya saja bentuknya jangan sampai di tepi badan jalan dibuat semi permanen atau permanen. Untuk jualan dengan menggunakan tenda bongkar pasang masih bisa ditolerir.

"Intinya kita tidak melarang jualannya. Hanya bentuknya jangan permanen ataupun semi permanen di atas parit. Kalau bongkar pasang kan masih bisa bersih, karena setelah selesai berjualan bisa langsung dibongkar. Kalau memang sampai jam 12 malam ya setelah selesai dibersihkan lokasi jadi bisa nampak bersih lagi. Itu yang kita mau," kata Fahmi.

Fahmi mengatakan, rencana pihaknya untuk melakukan penataan penuh dengan risiko. Namun demikian ia menegaskan tidak takut kalaupun seandainya yang dihadapi mungkin orang yang berpengaruh. Pihaknya merencanakan ketika awal bulan Agustus mendatang Kota Perbaungan bisa tampak lebih rapi dan tertata lagi.

"Kita itu jangan membenarkan yang biasa tapi kita coba biasakan yang benar. Kayak di Jalan Kenanga itukan sudah lama kali seperti itu kondisinya. Sudah kita surati kalau belum diindahkan juga ya nanti kita surati lagi. Aku nggak peduli siapa dibelakangnya. Ya memang siap untuk dibully lah," kata Fahmi.(dra/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved