Breaking News:

Kolaborasi Bank Sumut dan ACT, Hadirkan Program Gerakan Wakaf Sumatera Utara

Penerimaan dan pengelolaan wakaf uang dan philantrophy fund bersamaan dengan launching wakaf UMKM yang diprakarsai ACT.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Ayu Prasandi
HO
Kolaborasi Bank Sumut dan ACT di hadirin Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN-PT.Bank Sumut bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sumatera Utara melalui global wakaf menandatangani perjanjian kerjasama, di Aula Rizal Nurdin Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (8/7/2021). 

Kerjasama tersebut yaitu untuk penerimaan dan pengelolaan wakaf uang dan philantrophy fund bersamaan dengan launching wakaf UMKM yang diprakarsai ACT.

Dengan penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut, ACT melalui global wakaf akan menjadi salah diantara nazhir untuk mengelola wakaf dari Bank Sumut Unit Usaha Syariah sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) di Indonesia.

Dalam acara penandatangan ini turut di hadirin Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Asisten I Fitriyus, Direktur Regional Sumbagut ACT Husaini Ismail dan Pemimpin Unit Usaha Syariah Bank Sumut Julian Helmi Lubis. 

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sambutannya menjelaskan wakaf merupakan satu diantara bentuk ibadah yang sangat mulia khususnya bagi umat muslim. 

Menurut Edy melalui wakaf nantinya dapat dipergunakan untuk membantu orang-orang miskin yang membutuhkan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat mendatangkan kemaslahatan masyarakat dan umat Islam.

Baca juga: Waris Minta Pemprov Sumut Fasilitasi Percepatan Pembangunan Tanjungbalai

Edy juga mengajak masyarakat untuk berwakaf.

Selanjutnya layanan wakaf uang di Bank Sumut merupakan layanan yang disediakan Unit Usaha Syariah Bank Sumut untuk penerimaan wakaf dalam bentuk uang tunai untuk kemudian dikelola oleh lembaga pengelola wakaf (nazir) yang telah bekerjasama dengan Unit Usaha Syariah Bank Sumut

Sebelumnya Bank Sumut juga pernah menyalurkan wakaf yang diterima dari masyarakat yang diperuntukkan diantaranya untuk pembangunan Mesjid Agung.

Pemimpin Unit Usaha Syariah Bank Sumut Julian Helmi Lubis menjelaskan Pelaksanaan wakaf uang sebelumnya telah diatur melalui Undang-Undang No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf, Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU Wakaf, Peraturan Menteri Agama No. 4 Tahun 2009 Tentang Administrasi Wakaf Uang.

"Untuk penerimaan wakaf uang di Bank Sumut diperbolehkan bagi perorangan maupun badan hukum," kata Julian. 

Selanjutnya Julian menuturkan penerimaan wakaf uang di Bank Sumut dapat dilakukan secara langsung melalui teller dan nantinya ke depan juga dapat dilakukan melalui saluran delivery channel seperti ATM dan mobile banking Bank Sumut. 

Baca juga: Becak pun Sudah Sulit Melintas, Pihak Kecamatan Perbaungan Segera Tertibkan PKL di Beberapa Titik

"Dana wakaf ditampung pada rekening nazhir yang telah bekerjasama dengan Bank Sumut. Nazhir yang ditunjuk nantinya berkewajiban selalu untuk melakukan pengadministrasian harta benda wakaf, mengelola dan memproduktifkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi dan peruntukannya, mengawasi dan melindungi harta benda wakaf serta melaporkan pelaksanaanny kepada Kementerian Agama dan BWI," ujar Julian. 

Terkait hal ini, tentang kerjasama dengan ACT sebagai satu diantara Nazhir, Julian mengatakan selama ini ACT telah dikenal memiliki berbagai aksi kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat. 

(cr20/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved