News Video
RS USU Targetkan 20 Anak Divaksin Covid-19 Tiap Hari, Ini Suasana Perdananya
Sampai saat ini vaksinasi terhadap anak berlangsung aman. Setiap anak setelah divaksin tidak menunjukkan gejala lainnnya ataupun efek samping.
RS USU Targetkan 20 Anak Divaksin Covid-19 Tiap Hari, Ini Suasana Perdananya
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara menggelar vaksinasi perdana terhadap anak umur 12-17 tahun.
Amatan Tribun Medan, kegiatan vaksinasi ini diikuti dengan antusiasme masyarakat yang cukup baik. Terlihat puluhan anak mengantri di lantai dua RS USU, tepatnya di ruangan Departemen Ilmu Kesehatan Anak.
Awalnya anak menunggu di luar ruangan sembari mengisi formulir yang diberikan oleh pihak RS USU.
Kemudian anak langsung diarahkan ke proses pengecekan suhu tubuh, tensi, tinggi badan, serta lainnya.
Baru kemudian, anak masuk ke ruangan suntik vaksinasi jenis Sinovac. Tampak anak yang divaksin, ada beberapa tampak senang dan lainnya menunjukkan mimik wajah yang tidak tenang.
Sampai saat ini vaksinasi terhadap anak berlangsung aman. Setiap anak setelah divaksin tidak menunjukkan gejala lainnnya ataupun efek samping.
"Hari ini kita melakukan vaksinasi kepada anak dengan target 20 orang sampai 14.30 WIB," kata Direktur Penelitian dan kerjasama RS USU dr Ivana Alona kepada Tribun Medan, Kamis (8/7/2021).
Dia pun menjelaskan kegiatan vaksinasi anak akan berlangsung sampai satu bulan ini. Mulai hari Senin sampai Jumat sekitar pukul 13.00 WIB-14.30 WIB.
Ada pun kegiatan ini berlangsung dari instruksi Dinas Kesehatan Kota Medan yang mencanangkan vaksinasi anak mulai 7 Juli 2021.
"Target maksimal 20 anak setiap hari dalam sebulan ini. Sembari kami menunggu stok vaksin dari Dinas Kesehatan Kota Medan," ujarnya.
Jika memang stok vaksin sudah ada lagi, maka pihaknya akan berkoordinasi lagi ke depan untuk melakukan vaksinasi anak.
"Nah, untuk yang vaksinasi anak ini khusus bagi warga kota Medan saja," ujarnya.
Sementara itu untuk proses mendaftar, warga hanya perlu mengisi link yang telah dishare atau disediakan oleh pihaknya.
Dia pun menjelaskan jika anak ada yang mengalami gangguan atau efek samping maka akan langsung diberikan kepada tim KIPI untuk ditangani.
"Sampai saat ini belum ada anak yang mendapatkan gejala apa pun," sebutnya.
(cr8/tribun-medan.com)