Pengguna Kereta Api Sumut Turun, KA Sribilah Medan-Rantau Prapat Diberhentikan Sementara
Ia menuturkan dalam PPKM darurat ini, KAI Divre I SU mengurangi operasi dengan menghentikan sementara pengoperasian KA Sribilah.
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I wilayah Sumatera Utara sejak tanggal 3 sampai 8 Juli 2021 atau dalam situasi PPKM darurat mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 6 persen.
Hal ini disampaikan Humas PT KAI Divre I Sumut Mahendro Trang Bawono, Jumat (9/7/2021).
"Pada periode PPKM darurat berjalan atau mulai tanggal 3-8 Juli 2021 PT KAI Divre I SU mengangkut 23.271 pelanggan, angka ini turun 6 persen jika dibandingkan periode yang sama pada bulan Juni yaitu sebanyak 24.543 pelanggan," kata Mahendro.
Ia menuturkan dalam PPKM darurat ini, KAI Divre I SU mengurangi operasi dengan menghentikan sementara pengoperasian KA Sribilah.
"Untuk pengurangan operasi, mulai 7 Juli - 20 Juli, kami menghentikan sementara pengoperasian KA Sribilah relasi Medan -Rantauprapat," ujar Mahendro.
Tidak hanya itu, penjualan tiket kereta api wilayah Sumut dibatasi hingga 50 persen.
"PT KAI Divre I SU hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk untuk KA antar kota dan 50 persen untuk KA lokal perkotaan," katanya.
"Seperti KA Srilelawangsa relasi Medan - Binjai yg biasanya tiket dijual 70 persen, pada masa PPKM darurat ini hanya dijual maksimal 50 persen. Untuk rute lain, masih dioperasikan dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat. Agar tercipta physical distancing," tambahnya.
Dalam hal ini, Mahendro mengutarakan para pelanggan juga tetap wajib mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak baik saat berada di stasiun maupun selama dalam perjalanan," tambahnya.
"Kami juga menyediakan layanan pemeriksaan rapid antigen di 5 stasiun yakni Stasiun Medan, Tebing Tinggi, Kisaran, Siantar, dan Tanjung Balai," tutupnya.
Saat dipantau www.tribunmedan area loket pesanan maupun ruang tunggu di stasiun kereta api Medan tampak sepi.
Bahkan terlihat ada beberapa masyarakat yang hendak berangkat ke Rantau Prapat akhirnya harus pulang sebab tidak tahu bahwa rute operasi kereta api Sribilah (Medan-Rantau Prapat) diberhentikan sementara.
(cr20/tribun-medan.com)