Breaking News

Misteri Manusia Kerdil Mirip Hobbit di Hutan Bone, Pengakuan Mantan Kades: Tingginya 70 Cm

Cerita mengenai keberadaan suku Oni dimulai dari Ahmad Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka yang mengaku pernah

Tayang:
Kolase/Pos Belitung
Ilustrasi goa dan hobbit - Misteri Manusia Kerdil Mirip Hobbit di Hutan Bone, Pengakuan Mantan Kades: Tingginya 70 Cm 

irigasi dan bangunan lainnya pada zaman kerajaan. 

Suku Oni terkenal sangat lincah dan kuat. Mereka memang terbiasa tinggal di hutan dan hidup secara alami di dalamnya.

Mereka juga dipercaya menjadi mata-mata raja Bone. 

Cerita mengenai keberadaan suku Oni dimulai dari Ahmad Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka yang mengaku pernah

berjumpa dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 sentimeter.

Ia mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di kawasan hutan Tanjung Palette, melansir Kompas.com.

"Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama kalinya, sekitar 17 tahun lalu, saya diundang oleh kepala suku Oni masuk ke

dalam perkampungan mereka.

Gigi hobbit menunjukkan campuran sifat yang lebih primitif terlihat pada hominid awal dan sifat-sifat yang lebih maju ditemukan di hominin kemudian (kiri). Digambarkan di sebelah kanan adalah rekonstruksi apa spesies mungkin tampak seperti manusia kerdil Flores
Gigi hobbit menunjukkan campuran sifat yang lebih primitif terlihat pada hominid awal dan sifat-sifat yang lebih maju ditemukan di hominin kemudian (kiri). Digambarkan di sebelah kanan adalah rekonstruksi apa spesies mungkin tampak seperti manusia kerdil Flores (DailyMail)

Untuk mencapai pemukiman itu, kita harus berjalan sekitar tiga kilometer.

Saat hendak masuk memang agak sulit karena mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil saja, tapi di dalam gua,

keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas bahkan bertingkat-tingkat," jelas Lukman.

Manusia kerdil tersebut disebut-sebut tinggal di gua-gua di tengah hutan.

Walau masih simpang siur, sebagian warga di sekitar pegunungan Bone menjuluki mereka sebagai mahluk setengah siluman.

Karena sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan.

Namun, ada juga yang menganggapnya sebagai mahluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya, hanya secara fisik lebih

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved