Diserang Buzzer Gegara Kritik Vaksin Berbayar, Annisa Pohan: Gak Bisa Bahasa Inggris Belajar

Annisa Pohan belum lama ini menjadi objek sasaran serangan dari warganet yang tak suka dengan dirinya yang menyampaikan kritikan di media sosial.

Editor: Liska Rahayu
KOMPAS.com/Andreas Lucas Altobeli
Diserang Buzzer Gegara Kritik Vaksin Berbayar, Annisa Pohan: Gak Bisa Bahasa Inggris Belajar 

TRIBUN-MEDAN.comAnnisa Pohan belum lama ini menjadi objek sasaran serangan dari warganet yang tak suka dengan dirinya yang menyampaikan kritikan di media sosial.

Namun tampaknya, istri Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yodhoyono ini sudah terbiasa dengan serangan-serangan tersebut.

Baru-baru ini, Annisa diserang ratusan akun lantaran mengkritik vaksinasi berbayar.

Annisa memandang bahwa vaksin Covid-19 harusnya digratiskan, bukan justru diperjualbelikan.

Baca juga: MASIH Ingat Ribka Tjiptaning, Dokter Kritik Negara Bisnis Vaksin dan Obat, Ujung-ujungnya Jualan

Baca juga: Pantas Annisa Pohan Bisa Pikat Hati AHY Anak Presiden RI ke-6, Sosok Ini Wariskan Kecantikan padanya

Annisa berkaca dari yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat yang memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 di berbagai lokasi, termasuk di Apotek.

"Kalau alasannya utk Herd Immunity, silahkan menggunakan Kimia Farma tapi GRATIS untuk rakyat. Semacam di negara Amerika, program vaksinasinya sangat mudah, kita tinggal datang ke apotek (pharmacy) manapun bahkan milik swasta cukup bawa ID (KTP) gratis, mudah, cepat  dan dimana saja ada," tulis Annisa Pohan di Twitter, Senin (12/7/2021).

"Di Amerika tidak gratis utk warga negaranya saja, turis pun bisa langsung datang hanya dg tanda pengenal & mendapatkan vaksin gratis.Knp di Indonesia seperti ribet & sekarang malah dijual utk individu (pdhl pernyataan awal hanya utk perusahaan). Ini Bukan kemajuan tapi kemunduran," ungkapnya.

Meski demikian, serangan terhadap istri Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yodhoyono itu semakin masif.

Annisa pun tidak tinggal diam.

Annisa Pohan usai menghadiri acara Indonesia Untuk Semua dari partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas.
Annisa Pohan usai menghadiri acara Indonesia Untuk Semua dari partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas. (KOMPAS.com/Andreas Lucas Altobeli)

Ia kembali membuat cuitan mengenai tatacara penyimpanan vaksin Moderna.

Kali ini, ia menyebut pihak yang menyerangnya itu sebagai buzzer.

"Untuk buzzerRp kurang ilmu, ini maksud saya tentang kawal penyimpanan vaksin Moderna, karena Moderna yang baru kita dapatkan ini vaksin tipe mRNA, beda cara penyimpanannya dengan Sinovac tipe vaksin Virus yang dimatikan. Aduh maaf bahasa Inggris, yang ga paham bisa minta terjemahin ke anak saya ya," tulis Annisa

AS kirim bantuan vaksin Moderna ke Indonesia

Diberitakan sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi empat juta dosis vaksin Covid-19 Moderna akan segera dikirim ke Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini berada di tengah darurat Covid-19 dan dalam Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai 3-20 Juli 2021.

Baca juga: Fakta 99,5 Persen Nakes Malaysia Kebal Covid-19 Usai Vaksin Kedua, Ternyata Ini Rahasianya

Baca juga: 4,5 Juta Vaksin Moderna dari Amerika Serikat Tiba di Indonesia, Total Donasi 14,5 Juta Dolar AS

Dilansir Al Jazeera, melalui panggilan telepon dengan Retno Marusi pada Jumat (2/7/2021), Sullivan menuturkan vaksin Moderna dikirim melalui program berbagi vaksin global di bawah naungan COVAX.

Sumber: Warta kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved