Breaking News:

Anak Punk Sedang Memasak saat Dirazia Satpol PP Tanjungbalai, Huni Bangunan Tua Jaman Kolonial

Sebanyak 12 orang anak punk yang menghuni gedung tua di Jalan Sutomo, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Petugas Satpol PP memangkas kepala anak punk yang terjaring razia di Tanjungbalai, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Sebanyak 12 orang anak punk yang menghuni gedung tua di Jalan Sutomo, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, terjaring razia Sapol PP, Kamis (15/7/2021).

"12 orang, 2 perempuan, dan 10 laki-laki. Kemudian anak dibawah umur ada 4 orang," kata Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungbalai, Indra. 

Lanjutnya, dari ke-12 anak punk tersebut, hanya 2 orang anak punk yang berasal dari Tanjungbalai.

"Selebihnya dari luar kota, seperti Medan, Padang, dan Provinsi Jambi," jelas Indra. 

Setelah ditangkap, petugas Satpol PP pun mencukur kepala anak punk sampai botak. 

"Kami serahkan ke Dinas Sosial. Untuk yang berasal dari luar daerah, diberikan ke Pemprov. Sebelum di serahkan, anak punk tersebut kami pangkas untuk memberikan efek jera," katanya. 

Dijelaskannya, gedung tua peninggalan masa kolonial itu sudah menjadi tempat kumpul anak punk sejak lama.

"Mereka turun menurun. Ini dijadikan basecamp untuk anak punk se-Indonesia," jelasnya. 

Saat dirazia, anak punk tersebut terlihat sedang memasak. Bangunan tua dihiasi berbagai stiker dan spanduk ciri khas anak punk. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved