MEMANAS, Amerika Boyong 25 Jet Tempur Siluman Tercanggih ke Pasifik Tantang China

Angkatan Udara Pasifik menunjukkan bahwa AS dapat mengerahkan sebanyak atau lebih banyak pesawat siluman yang dimiliki (China) dalam waktu singkat.

Editor: Tariden Turnip
facebook
MEMANAS, Amerika Boyong 25 Jet Tempur Siluman Tercanggih ke Pasifik Tantang China. F-22 Raptor jet tempur paling canggih dan paling dirahasiakan Amerika 

TRIBUN-MEDAN.COM - Untuk pertama kalinya, Angkatan Udara Amerika Serikat mengirim lebih dari dua lusin jet tempur siluman F-22 Raptor ke area Pasifik berpartisipasi dalam latihan Operasi Pacific Iron 2021.

Kehadiran jet tempur siluman F-22 Raptor di Pasifik merupakan pesan kuat bagi China, yang kerap mengintimidasi Taiwan maupun negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Filipina.

Angkatan Udara Pasifik (Pacific Air Forces) yang bermarkas di Hawaii, mengatakan sekitar 25 F-22 Raptors dari Hawaii Air National Guard dan dari Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, akan dikerahkan bulan ini ke Pulau Guam dan Pulau Tinian untuk Operasi Pacific Iron 2021.

“Kami tidak pernah memiliki Raptor sebanyak ini dikerahkan bersama di wilayah operasi Angkatan Udara Pasifik,” Jenderal Ken Wilsbach, Komandan Angkatan Udara Pasifik, mengatakan kepada CNN.

F-22 Raptor adalah jet tempur generasi kelima, pesawat tempur paling canggih, menggabungkan teknologi siluman dan menghubungkan sistem sensor on-board dengan sistem informasi off-board untuk memberikan pilot mereka pandangan rinci tentang ruang pertempuran.

F-22 Raptor adalah jet tempur siluman yang harganya selangit dan hanya dimiliki oleh Amerika Serikat dan tidak diberikan pada sekutu terdekatnya.

Penerus F-22 Raptor, F-35 jet tempur siluman yang lebih murah, boleh dijual ke negara-negara sekutu Amerika, termasuk Australia dan Singapura.

''Pengiriman F-22 Raptor dalam jumlah besar ke Pasifik merupakan pesan langsung ke China di saat ketegangan di titik api Pasifik seperti Taiwan dan Laut China Selatan,'' kata Carl Schuster, analis pertahanan yang berbasis di Hawaii dan mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS.

Jet tempur siluman China J-20
Jet tempur siluman China J-20 (facebook)

Ia mengatakan normalnya pengerahan F-22 Raptor normal terdiri dari enam hingga 12 pesawat.

“Angkatan Udara Pasifik menunjukkan bahwa mereka dapat mengerahkan sebanyak atau lebih banyak pesawat siluman yang dimiliki (China) dalam waktu singkat,” katanya.

Schuster memperkirakan Angkatan Udara China memiliki sekitar 20 hingga 24 pesawat tempur siluman, tetapi dia mencatat kemampuan Beijing meningkat dengan cepat.

Angkatan Udara AS memiliki sekitar 180 F-22 Raptor, namun hanya setengah yang mampu melakukan misi pada satu waktu karena persyaratan pemeliharaan.

Jadi AS akan mengirimkan sekitar 25% jet tempur F-22 Raptor dalam latihan Operasi Pacific Iron 2021.

"AS secara aktif mempraktikkan pengerahan yang akan dilakukan jika ada krisis besar atau perang. AS menanggapi China dengan sangat serius dan sedang mengembangkan postur kekuatannya dan melatih pasukannya untuk dapat dengan cepat pindah ke posisinya," kata Peter Layton, mantan perwira Angkatan Udara Australia yang sekarang menjadi analis di Griffith Asia Institute.

Dalam Operasi Pacific Iron 2021, 10 jet tempur F-15 Strike Eagle dari Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home di Idaho dan dua pesawat angkut C-130J Hercules dari Pangkalan Udara Yokota di Jepang akan bergabung dengan F-22 untuk pengisian BBM di udara yang disebut operasi Agile Combat Employment, atau operasi penyebaran tempur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved