Breaking News:

20 Persen Buruh Terancam PHK usai PPKM Darurat

Terkait PPKM Darurat ini, Willy mengatakan, bukannya buruh tak mendukung namun harus juga pemerintah memberikan solusi.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
wutwhanfoto
Ilustrasi karyawan PHK 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seminggu pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Medan turut berdampak pada buruh di Sumut. Ketua Forum Serikat Pekerjaan Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Willy Agus Utomo mengungkapkan bahwa dalam 1,5 tahun terakhir ini sudah terjadi seribu anggota FSPMI yang terkena PHK.

Ada pun untuk anggota FSPMI Sumut saat ini berjumlah 6.000 anggota yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

"Catatan kita dalam kurun waktu selama pandemi yang belum berakhir ini sudah ada sekitar 2.000-an buruh yang terkena PHK termasuk anggota FSPMI semasa pandemi. Akibat PPKM ini bisa jadi akan lebih banyak lagi PHK di Sumut. Keluhan sangat banyak terlebih pandemi yang berjalan dua tahun ini aja sudah banyak PHK. Apalagi untuk transportasi para buruh melakukan aktivitas juga sudah pasti banyak penyekatan akan berdampak PHK massal kedepannya," kata Willy, Minggu (18/7/2021).

Dikatakan Willy, semasa PPKM Darurat ini beberapa pabrik sudah mulai merumahkan para buruh.

"Kalau saat ini sudah ada beberapa pabrik di Kota Medan yang merumahkan buruhnya sudah banyak juga. Persoalannya kalau dirumahkan jalan upah masih mending, ini para buruh dirumahkan harus menahan susahnya seperti dibayar tak sesuai atau bahkan ada yang tak dibayar sama sekali," ujarnya.

Terkait PPKM Darurat ini, Willy mengatakan, bukannya buruh tak mendukung namun harus juga pemerintah memberikan solusi.

Baca juga: Gubernur Edy Buka Endorse Gratis Produk UMKM Terdampak PPKM Darurat  

"Kalau diperpanjang kita mendukung untuk pemutusan rantai Covid-19, tapi kebijakan itu harus melihat dampak kerugian masyarakat lainnya khususnya kaum buruh. Kalau ada penyekatan ini bagaimana buruh mau kerja, barang produksi ini bagaimana mau disalurkan. Kalau tetap ada penyekatan, pemerintah juga harus memberi solusi," kata Willy.

Lanjutnya, imbas dari PPKM Darurat ini, Willy memprediksi akan ada 20 persen dari total buruh di Sumut yang mencapai 100-an ribu, akan mengalami PHK.

"Gelombang PHK akan sangat besar, saya prediksi dalam masa PPKM Darurat ini 20 persen dari tenaga kerja di Sumut akan terdampak PHK jika PPKM Darurat ini diperpanjang," tuturnya.

Untuk itu, Willy berharap agar pemerintah tak memperpanjang PPKM Darurat agar tak ada keterancaman PHK imbas dari penerapan kebijakan ini.

"Kami bermohon agar PPKM Darurat segera diakhiri tapi bagaimana petugas PPKM ini dijadikan pengingat kepada masyarakat agar tetap mengimbau prokes dan merazia masker. Jangan lakukan penyekatan sehingga produktivitas masyarakat untuk mencari nafkah terganggu yang berujung kepada PHK. Kalau pun memang pemerintah tetap dalam pendiriannya memperpanjang PPKM, kita berharap pemerintah segera memberi solusi terutama untuk parah buruh yang tak bisa bekerja semasa PPKM agar diberi bantuan mereka selama tak bekerja," pungkas Willy.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved